Senin, 08 Juni 2026 | 05:25
NEWS

Beredar Kabar Pasar di Depok Akan Ditutup, Pemkot Klaim Kebutuhan Sembako Aman

Beredar Kabar Pasar di Depok Akan Ditutup, Pemkot Klaim Kebutuhan Sembako Aman
Pedagang Sayuran (Hendrata Yudha)

ASKARA - Imbauan pemerintah terkait social distancing (menjaga jarak sosial) di luar rumah dan tetap di rumah jika tak ada keperluan ternyata mendapat tanggapan berbeda sejumlah kalangan masyarakat.

Di Kota Depok, Jawa Barat, berhembus isu ditutupnya aktivitas jual beli di pasar tradisional. Bahkan, pedagang yang biasa menjajakan sayur dengan cara berkeliling pun disebut akan dilarang berjualan. 

"Saya cuma dengar saja begitu, mau ditutup. Saya sendiri bingung kalau nggak bisa jualan, mau makan apa nantinya," keluh Yu Sumiati, seorang pedagang sayur keliling, Minggu (22/3). 

Kekhawatiran yang sama diungkapkan pedagang beras di Jalan Asmawi, Kelurahan Beji, Depok. Menurutnya, banyak kabar mengatakan, bahwa Pasar Induk Beras Cipinang bakal ditutup. 

"Saya dapat info Pasar Induk Beras Cipinang mau ditutup, karena takut virus Corona. Kami disuruh stok beras yang banyak, kalau mau jualan terus," kata pedagang yang tak mau disebutkan namanya kepada redaksi. 

Namun, beberapa pedagang tak dapat menjelaskan dari mana kabar tersebut berhembus.  

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Zamrowi Hasan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan ketersediaan sembako di beberapa pasar 18 Maret lalu. Menurut Zamrowi, stok beras masih mencukupi.

"Hasil pemantauan di pasar modern dan pasar rakyat, ketersediaan dan suplai bahan pokok aman. Hanya saja ada beberapa gerai yang persediaan gula pasirnya menipis," ujar Zamrowi, Sabtu kemarin (21/3).

Komentar