Rabu, 22 Juli 2026 | 03:06
OPINI

Disiplin Social Distancing, April 2020 Pandemi Covid-19 berakhir di Indonesia

Disiplin Social Distancing, April 2020 Pandemi Covid-19 berakhir di Indonesia
Ilustrasi Corona (Harnas.co)

Jika tidak disiplin pandemi ini akan semakin mengkuatirkan. Karena vaksin pencegah Covid-19 belum tersedia, maka cara terbaik untuk mencegahnya adalah menghindari penyebab penularan virus.

Satu hal sederhana yang bisa kita lakukan dan diharapkan berhasil untuk mencegah laju penyebaran adalah jaga jarak sosial (social distancing).

Social distancing (SD) berarti menahan diri untuk menjauhi kerumunan dan membatasi keinginan untuk keluar rumah tanpa keperluan yang penting. Memindahkan pekerjaan, sistem pendidikan secara daring, membatalkan atau menunda rekreasi atau kegiatan yg bersifat massal. Hal ini mungkin tidak nyaman, menjengkelkan dan mengecewakan, namun sepadan dengan risiko yang akan kita hadapi bila mengabaikannya.

Rekan-rekan dari Pusat Permodelan dan Simulasi ITB telah menjelaskan tentang pentingnya SD ini dalam sebuah artikel yang saya kutip dari blog Prof Hendra Gunawan, Professor Matematika ITB: 
“https://hgunawan82.files.wordpress.com/2020/03/covid19-corona-nn-kks-ma-final.pdf”;

Saya menangkapnya inti dari artikel ini adalah kita punya harapan pulih jika melakukan SD.

So, saya menghimbau kita mengikuti saran ini sebagaimana yang juga disarankan Presiden kita, Gubernur DKI, Gubernur Jabar, Gubernur Jateng dan hampir semua kepala daerah juga menyarankan hal yang sama.

Tinggal jika ada persoalan teknis dilapangan dan implikasi akibat kebijakan ini saya berharap Pemerintah Pusat dan Daerah sungguh2 memikirkan mitigasinya.

Akhirnya saya berharap kita semua harus saling kompak, bersatu, lepaskan baju dan perbedaan pilihan politik atau kebencian apapun. Sekarang waktunya untuk bersatu, kita tunjukkan kita bangsa yang kuat dan bersatu, bangsa yang tangguh menghadapi Pandemi Covid-19 ini.

 

Husendro
Tinggal di Jagakarsa, Jakarta Selatan

 

Komentar