Senin, 08 Juni 2026 | 16:29
NEWS

Indonesia Open 2020 Tunggu Perkembangan Situasi

Indonesia Open 2020 Tunggu Perkembangan Situasi
Ilustrasi Indonesia Open. (Indosport)

ASKARA - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) masih menunggu perkembangan kondisi sambil terus melakukan konsultasi dengan pemerintah. Perihal penyelenggaraan Indonesia Open 2020 pada 16-21 Juni mendatang.

Mengingat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menangguhkan semua turnamen BWF World Tour dan turnamen lainnya mulai 16 Maret hingga 12 April lantaran wabah virus corona (Covid-19).

"Kalau kita lihat instruksinya sampai dengan 12 April. Artinya beberapa turnamen setelah itu akan sangat tergantung dengan perkembangan situasi dan kondisi," ujar Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto kepada media, Sabtu (14/3).

Untuk Indonesia Open 2020, pihaknya masih berkonsultasi dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olah Raga dan Kementerian Kesehatan terkait regulasi-regulasi yang tujuannya mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Pastinya menjaga keselamatan atlet karena turnamen tersebut akan menjadi suatu kumpulan yang memungkinkan terjadinya kontaminasi baik sesama atlet maupun penonton.

"Karena kita tahu Indonesia Open penontonnya bukan hanya dari Indonesia tetapi juga dari luar negeri," kata Budiharto.

Mengantisipasi penyebaran virus corona, PBSI telah melakukan langkah-langkah pencegahan di lingkungan Pelatnas PBSI Cipayung. Selain mengedukasi atlet, ofisial dan karyawan. 

Selain memberikan vitamin dan suplemen penambah daya tahan tubuh, PBSI juga melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap siapapun yang memasuki area pelatnas.

"PBSI sendiri sebenarnya sudah melakukan tindakan di lingkungan pelatnas, di awal saat Covid-19 ini menyebar. Beberapa langkah sudah kami lakukan dengan dokter di pelatnas, salah satunya adalah kami membagikan masker kepada yang sakit dan juga mambantu meningkatkan kondisi tubuh melalui vitamin dan suplemen lainnya," papar Budiharto.

Beberapa hal lain terkait pembelajaran juga diberikan kepada atlet, ofisial dan karyawan karena mereka suatu komunitas yang memungkinkan terus berinteraksi.

"Kami juga mengadakan screening kepada siapa saja yang masuk ke dalam lingkungan Pelatnas PBSI," demikian Budiharto.

Komentar