Minggu, 07 Juni 2026 | 23:24
NEWS

Penampilan Indonesia Hipnotis Penonton Festival Buah dan Bunga di Ekuador

Penampilan Indonesia Hipnotis Penonton Festival Buah dan Bunga di Ekuador
Perwakilan Indonesia dalam Festival Buah dan Bunga serta Festival Foklor di Ekuador (KBRI Quito)

ASKARA - KBRI Quito ikut serta dalam acara Festival Buah dan Bunga serta Festival Foklor ke-69, 21-25 Februari di Ambato, Ekuador. Mewakili Indonesia, hadir delegasi dari Nusa Tenggara Timur yang dipimpin Wakil Gubernur NTT, Josef Adreanus Nae Soi.

Indonesia untuk kedua kalinya berpartisipasi secara penuh dalam festival tersebut. Kali ini, dengan menampilkan kendaraan hias bertemakan Komodo, Sasando dan Danau Kelimutu. Kendaraan hias tersebut dibuat dari berbagai macam jenis bunga, buah dan aneka kacang-kacangan yang menarik perhatian ratusan ribu pengunjung yang hadir dalam 2 parade siang dan malam pada tanggal 23-24 Februari 2020.
 
Selain penampilan kendaraan hias yang ciamik, tim Indonesia juga menampilkan sejumlah tarian dan musik Sasando oleh 16 siswi dari Sumba Timur, NTT. Penampilan tari dan musik ini berlangsung terus menerus dalam parade sepanjang 5 kilometer di jalan-jalan utama Kota Ambato.

Penampilan Indonesia melalui siswi dari Sumba Timur lewat tarian dan musik Sasando khas NTT yang juga didukung oleh Pemerintah NTT dan Dekranasda NTT tersebut mampu menghipnotis ribuan penonton. 

Tarian khas NTT yang dibawakan oleh siswi Sumba Timur antara lain Tari Alor, Tari Rote, Tari Pa’aka, Tari Flobamora, Tari Gemu Fa Mi Re dan tarian tradisional khas NTT lainnya. Sedangkan untuk penampilan musik Sasando dibawakan oleh Kezia Daniele Nasution yang juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat Ambato karena penampilan dari Indonesia tentu berbeda dari peserta lainnya yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. 

Selain penampilan tari dan musik, Indonesia juga turut berpartisipasi dalam festival kerajinan tangan oleh Dharma Wanita Persatuan KBRI Quito dan Dekranasda NTT. Stan Indonesia hadir dengan menampilkan beragam cendera mata dan kain batik dan kain tenun khas NTT serta aksesoris lainnya. Saat stan dibuka langsung diburu dengan antrean panjang. 

Festival juga diikuti oleh wakil dari berbagai negara yaitu Ekuador, Costa Rica, Mexico, Bolivia, masyarakat otonomi Paiz Vasco (Spanyol) dan Indonesia. Sejak berlangsungnya Festival Buah dan Bunga di Ambato ini pada tahun 1951, festival ini menjadi salah satu festival terbesar di Ekuador dan mendapatkan perhatian besar dari sejumlah negara di kawasan. 

Sehubungan dengan itu, pada tahun 2020 ini Festival Buah dan Bunga di Ambato telah mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai salah satu warisan budaya di kawasan Andean, yang diperoleh juga atas dukungan dari Parlemen Andean. 

Selama festival berlangsung penampilan Indonesia mampu mencuri perhatian masyarakat Ambato di setiap penampilannya baik itu penampilan di panggung, universitas, maupun di taman di Kota Ambato. Penampilan Indonesia ini juga menarik perhatian media Ekuador yang turut mengabadikannya baik melalui siaran langsung televisi, siaran langsung media sosial, maupun media cetak dari Ekuador yang meliput acara tersebut. 

Dubes RI Quito, Diennaryati Tjokrosuprihatono dalam keterangan tertulisnya mengatakan, keikutsertaan kali ini menjadi kesempatan emas untuk lebih memperkenalkan Indonesia dalam bidang pariwisata, budaya dan perdagangan yang saat ini sudah semakin dikenal oleh masyarakat Ekuador, tidak saja dari Ambato namun juga berbagai daerah lain di Ekuador.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT mengaku, telah bertemu dengan sejumlah pihak terkait upaya konservasi di Galapagos yang kemungkinan dapat diterapkan untuk melakukan pelestarian alam dan juga Komodo di NTT. Josef juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan anggota Dewan Pengurus Yayasan Charles Darwin, Gubernur Galapagos dan Pengelola Taman Nasional Galapagos. 

Selain itu juga berkesempatan melihat langsung bagaimana Pemerintah Ekuador mengelola pariwisata dan konservasi alam di Galapagos. Ke depan diharapkan kedua pihak dapat saling bekerjasama dalam pengelolaan pariwisata dan konservasi alam ini.

Komentar