Kamis, 18 Juni 2026 | 00:51
NEWS

RS Lapangan Artha Graha Peduli Dilengkapi Fasilitas Lengkap Tangani Corona

RS Lapangan Artha Graha Peduli Dilengkapi Fasilitas Lengkap Tangani Corona
Sejumlah pejabat kunjungi RS Lapangan milik Artha Graha Peduli di Lot 7 SCBD, Jakarta Selatan (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Artha Graha Peduli (AGP) merealisasikan kepeduliannya dengan membangun replika Rumah Sakit (RS) Lapangan untuk penanganan virus corona (Covid-19) di Lot 7, SCBD, Jakarta Selatan. 

Di lokasi, hadir sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Luhut mengatakan, diundang pendiri AGP, Tommy Winata untuk melihat Chamber yang dibuat untuk mengkarantina suspect corona virus. Menurunya, apa yang dilakukan AGP sangat penting untuk mengantisipasi virus corona. 

"Pemerintah mengapresiasi banget bahwa ada swasta membuat suatu semacam ini. Saya juga mengimbau, ya mungkin ada perusahaan-perusahaan besar yang mau juga pakai. Mungkin perusahaan besar yang banyak di luar Jawa yang mungkin buruhnya banyak di Tiongkok, elok juga mempertimbangkan semacam ini," ujarnya di Lot 8, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (8/3).

Luhut melihat di RS lapangan tersedia lengkap berbagai alat kesehatan pendukung yang dimiliki AGP. 

"Tadi saya lihat di dalam tadi cukup lengkap pada x-tray-nya ada chamber untuk orang di dalam, ada evacuation chamber-nya ada karantinanya,  penyedotan udaranya mematikan bakterinya di dalam itu ada, dan lab mininya ada di dalam, jadi saya pikir satu kit atau sistem yang kita boleh banggalah Indonesia," kata dia. 

Koordinator Tim Kesehatan Rumah Sakit Lapangan AGP, dr Aulia Wijaya mengatakan, pihaknya telah telah mendirikan RS Lapangan pada Sabtu (7/3) lalu sebagai tenda observasi dengan fasilitas di antaranya ventilator.  

10 tenda Rumah Sakit Lapangan didirikan di kawasan SCBD lot 7. Tenda-tenda tersebut sebagai salah satu langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19 dan dibuka selama 24 jam.

"Pendirian RS Lapangan ini sebagai langkah nyata AGP dalam mendukung pemerintah manghadapi wabah Covid-19 dengan menyiapkan konsep rumah sakit lapangan dengan fasilitas yang lengkap," ujar Aulia.

Menurutnya, pendirian tenda ini merupakan salah satu wujud dari pada public private partnership, di mana sebagai pihak swasta berupaya membantu pemerintah dalam memberikan penanganan dan edukasi soal penyebaran virus Covid-19. 

"Dengan isolation chamber negative pressure bisa menampung empat pasien. Bila dipadatkan bisa enam pasien. Jadi ada 10 tenda dengan isolation chamber negative pressure itu. Fasilitas-fasilitas ini sudah berstandar internasional dan ini buatan Indonesia yang sudah ada SNI atau ISO," pungkas Aulia.

Komentar