Cegah Longsor, Gotong Royong Menanam Vetiver
ASKARA - Dalam upaya mencegah longsor, masyarakat bergotong royong dengan satuan tugas rehabilitasi lahan untuk menanam tumbuhan vetiver dan tanaman keras di beberapa titik di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Lebak, Banten.
Kepala Pusdatinkom Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, sebanyak 383 warga melakukan pemecahan dan perhitungan bibit vetiver. Nantinya akan ditanam di wilayah Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Dalam satu hari, bibit vetiver yang ditanam warga dan satgas berjumlah 25.400 batang sedangkan tanaman keras 3.970 batang. Mereka juga melakukan penambahan bibit vetiver di polybag sebanyak 66.415 batang.
"Penanaman diprioritaskan pada kawasan lahan kritis yang beberapa waktu terkena dampak longsor," ujar Agus kepada media, Sabtu (7/3).
Untuk luas lahan di sektor I yang sudah ditanam mencapai 347.345 meter persegi dengan total bibit vetiver 234.447 batang, sedangkan tanaman keras berjumlah 46.255 batang.
Pada sektor II atau Kawasan Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, warga menanam 10 ribu bibit vetiver. Warga dibantu 117 personel dari satgas rehabilitasi telah menanam bibit pada lahan seluas 5.940 meter persegi hingga Jumat kemarin (6/2).
Sementara itu, sektor III atau di kawasan Kabupaten Lebak, Banten, 140 personel TNI dan Polri bagian dari satgas dan 500 warga menanam 36.604 batang vetiver.
"Di sisi lain mereka juga melakukan pendistribusian bibit melalui dua rumah bibit untuk kawasan Kampung Ciwiru, Kecamatan Ciwiru, Lebak. Saat ini bibit tersisa sejumlah 15.409 batang," kata Agus.
Kawasan yang sudah ditanam di Kabupaten Lebak seluas 153.570 meter persegi dengan bibit ditanam sebanyak 137.998 batang. Serta ada jenis sengon, pulai, trembesi dan tapang laut.
Sebelummya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menjelaskan bahwa pengendalian banjir dan longsor harus dilakukan secara holistik yaitu tidak hanya memperhatikan satu bagian saja tetapi kawasan hulu, kawasan transisi dan hilir.
"Penanaman bibit vetiver maupun tanaman keras lain diprioritaskan pada kawasan hulu. Namun, rekayasa fisik pun juga dibuat untuk mengatasi banjir yang berdampak di wilayah Jabodetabek," ucap Doni.

Komentar