Jakarta Tanpa Bayangan Siang Ini
ASKARA - Tim Observasi Planetarium dan Observatorium Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengumumkan hari ini, wilayah DKI Jakarta akan mengalami fenomena tanpa bayangan.
Kondisi ini akan dialami tengah hari, dimana seluruh bayangan benda tegak akan hilang karena berimpit dengan titik tumpu bendanya.
Fenomena ini terjadi karena posisi matahari saat itu tepat berada di Titik Zenith Kota Jakarta. Seluruh bayangan benda tegak akan mengarah ke pusat bumi atau ke Titik Nadir Jakarta.
"Mengapa hari tanpa bayangan dapat terjadi di Titik Zenith Kota Jakarta?
Hari tanpa bayangan hanya dapat terjadi di daerah tropik antara lintang 23 setengah derajat Lintang Utara (sebut sebagai garis Balik Utara) sampai dengan 23 setengah derajat Lintang Selatan (sebut sebagai Garis Balik Selatan), karena daerah peredaran lingkaran gerak semu harian matahari bolak-balik antara kedua garis balik ini dengan periode setahun penuh," demikian keterangan tertulis yang diterima redaksi Askara, Rabu (4/3).
Lantaran Jakarta berada di daerah tropik, maka hari tanpa bayangan akan terjadi dalam satu tahun. Pertama, Rabu (4/3) di mana Matahari melintasi Titik Zenith kota Jakarta menuju Khatulistiwa. Kemudian kedua, pada 8 Oktober mendatang di mana saat matahari meninggalkan Khatulistiwa menuju Garis Balik Selatan.
"Tanggal berlangsungnya fenomena ini dari tahun ke tahun relatif tetap. Seandainya ada pergeseran, hanya dalam kisaran 1 hari saja. Secara astronomis, fenomena ini terjadi saat deklinasi matahari nilainya sama atau berdekatan dengan lintang pengamat Jakarta," lanjut keterangan tersebut.
Diketahui, Lintang Jakarta berada di kisaran 6° 11’ S. Matahari tepat di Titik Zenith kota Jakarta pada tanggal 4 Maret 2020 pukul 12.04.19 WIB dan pada tanggal 8 Oktober 2020 pukul 11.40.08 WIB.
Penelitian dan Peliputan Jakarta Tanpa Bayangan akan dilakukan di rooftop gedung Planetarium dan Observatorium UP PKJ TIM dengan menggunakan beberapa alat bantu penelitian serta teleskop.
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada hari Rabu (4/3) pukul 07.30 WIB sampai dengan 15.30 WIB dan diikuti oleh Klub Astronomi (KASTRO) yang berada di wilayah Jabodetabek serta perwakilan dari komunitas Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), alumni Olimpiade Sains bidang Astronomi yang tergabung dalam Forum Pelajar Astronomi (FPA), forum Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA se-Jabodetabek yang tergabung dalam Forum of Scientist Teenagers (FOSCA), dan Forum Guru Astronomi Provinsi DKI Jakarta.
Planetarium dan Observatorium UP PKJ TIM juga mengajak beberapa komunitas Astronomi dari beberapa kota di luar Jabodetabek yang akan mengambil data bersamaan dengan kegiatan di Jakarta. Hingga saat ini sudah terdapat 11 Komunitas Astronomi yang berkenan untuk pengambilan data di wilayah komunitas masing-masing.
Informasi tentang fenomena Jakarta Tanpa Bayangan serta beberapa percobaan sederhana telah diunggah dalam format artikel Astronomi dalam situs Planetarium dan Observatorium Jakarta (http://planetarium.jakarta.go.id) pada tanggal 17 Februari 2020.

Komentar