Penghentian Sementara Visa Umrah Dinilai Terlalu Mendadak
ASKARA - Dalam mengantisipasi wabah virus corona, pemerintah Arab Saudi mengambil keputusan menghentikan layanan visa umrah sejumlah negara, termasuk Indonesia mulai Rabu (26/2).
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ihsan Yunus mengatakan, parlemen akan terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Arab Saudi perihal keputusan tersebut yang turut berimbas kepada jemaah Indonesia.
"Kami akan terus follow up dan update dari Kedutaan Besar Arab Saudi mengenai ini," ujarnya kepada media, Sabtu (29/2)
Atas larangan sementara jemaah umrah dari Indonesia tentu membuat banyak pihak kecewa. Mengingat Indonesia menjadi negara kedua tertinggi yang mengirimkan jemaah umrah tiap tahunnya dalam kalender hijriah setelah Pakistan.
"Saya rasa ini terlalu mendadak. Tentu kami sangat kecewa karena membatasi kuota umrah secara mendadak," kata Ihsan.
Indonesia memiliki kontribusi besar dalam membantu perekonomian Arab Saudi melalui umrah. Laju pertumbuhan jemaah Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci bisa dikatakan dalam tren positif
"Jumlah umat Islam terbesar di dunia, Indonesia punya pengaruh besar membantu Arab Saudi utamanya dalam hal perekonomian," jelas politikus PDI Perjuangan itu.
Kerajaan Arab Saudi telah menangguhkan kedatangan warga asing ke negaranya yang bertujuan untuk melakukan ibadah umrah atau mengunjungi Masjid Nabawi.

Komentar