Minggu, 07 Juni 2026 | 16:20
NEWS

Kriteria WNA yang Diminta Tidak Datang Sementara ke Arab Saudi

Kriteria WNA yang Diminta Tidak Datang Sementara ke Arab Saudi
Ilustrasi jamaah tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah (Habadaily)

ASKARA - Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi mulai Kamis ini (27/2) pukul 02.40 waktu setempat memutuskan untuk menghentikan sementara kedatangan warga negara asing (WNA) baik untuk beribadah umrah maupun ziarah.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, penghentian sementara kedatangan WNA sebagai bentuk upaya mengantisipasi wabah virus corona (COVID-19). Dengan ini perlindungan secara maksimal diterapkan terhadap keamanan warga negara, penduduk dan siapapun yang berencana datang ke wilayah Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan ibadah, ziarah atau berwisata.

"Bagi mereka yang datang dari negara-negara yang terkena wabah virus corona merujuk kepada kriteria yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan terkait pemerintah kerajaan," kata Agus kepada media.

Pemerintah Saudi juga menghentikan lalu lintas keluar masuk wilayah dengan menggunakan fasilitas ID card (kartu tanda penduduk) bagi warganya dan warga dari negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) lainnya seperti Oman, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Persatuan Emirat Arab.

Kecuali, warga Saudi yang saat ini telah berada di negara-negara GCC yang sebelumnya ke luar wilayah Saudi dengan menggunakan kartu tanda penduduk nasional.

Termasuk yang diperbolehkan juga adalah warga negara dari negara-negara GCC lainnya yang saat ini berada di Saudi yang ingin kembali ke negaranya masing-masing setelah sebelumnya masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan kartu tanda penduduk nasionalnya.

"Agar otoritas terkait di-entry point Arab Saudi dapat memastikan dari negara mana pengunjung, warga negara tersebut berasal sebelum tiba di Arab Saudi. Dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat bagi mereka yang datang dari negara anggota GCC lainnya," jelas Agus.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut adalah bersifat sementara dan penerapannya akan selalu dievaluasi oleh lembaga-lembaga kompeten yang terkait.

Hingga keputusan ini diturunkan, KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi guna memastikan pelaksanaan teknis dari kebijakan penghentian sementara masuknya jamaah umrah dari negara-negara lain termasuk Indonesia.

Dipastikan larangan sementara ini hanya merujuk pada warga asing yang masuk ke Arab Saudi, sementara untuk kepulangan dari negara itu diperbolehkan.

Sejak imbauan KBRI Riyadh pada 29 Januari lalu, Agus menegaskan agar seluruh WNI di Arab Saudi untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan langkah pencegahan antara lain selalu rutin mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menghindari sentuhan langsung dengan hewan (hidup atau mati), tidak mengunjungi pasar hewan. Bagi yang sedang menderita gejala sesak napas untuk tetap berada di rumah serta menutup mulut dan hidung dengan masker apabila batuk atau bersin.

Adapun, nomor kontak KBRI Riyadh yang dapat dihubungi adalah +966569173990 dan +966569094526. Serta nomor hotline KJRI Jeddah adalah +966503609667.

Berdasarkan Corona Virus Geographical Distribution Kamis (27/2) pukul 14.43 waktu Tiongkok, secara keseluruhan sebanyak 78.630 orang telah dikonfirmasi mengidap. Sementara yang masih diduga sebanyak 2.358 orang, meninggal dunia 2.747 orang, dan yang berhasil pulih 32.538 orang.

Komentar