Penyebab Berat Badan Naik Turun
ASKARA - Mengatur dan menjaga berat badan ideal merupakan idaman semua orang. Namun untuk menjalankannya bukan hal yang mudah dilakukan.
Terdapat juga salah satu kondisi dalam tubuh di mana fluktuasi berat badan atau naik turunnya berat badan dengan cepat padahal merasa tidak melakukan apa-apa.
Jika memiliki kebiasaan menimbang berat badan di pagi hari mungkin disadari terjadi perubahan angka dari hari sebelumnya. Terkadang, alasan fluktuasi berat badan dapat langsung diketahui.
Mungkin makan terlalu banyak sebelum tidur sehingga beratnya naik atau karena berolah raga yang menyebabkan menurunnya timbangan. Tapi terdapat alasan lain saat berat badan naik turun dengan cepat dari hari ke hari.
Fluktuasi berat badan yang normal
Seorang ahli endokrinologi Dr. Kathleen Wyne mengatakan, fluktuasi berat badan hingga 5 pon atau sekitar 2,5 kilogram merupakan hal biasa dari hari ke hari tapi angka tersebut dapat berubah sebanyak 20 pon tergantung ukuran tubuh.
Berikut faktor-faktor yang berkontribusi dalam meningkatkan atau menurunkan berat badan;
Terlalu banyak asupan garam dan karbohidrat
Makanan dengan kandungan garam dan karbohidrat yang tinggi dapat menyebabkan tubuh menyimpan atau menahan air. Hal ini mengakibatkan berat badan naik dan akan mereda ketika tubuh selesai mencerna. Makanan seperti roti, pasta, nasi dan karbohidrat lain dapat menyebabkan berat badan naik turun dengan cepat bukan karena lemak dalam tubuh bertambah, melainkan karena naiknya cairan dalam tubuh.
Berat dari makanan yang dikonsumsi
Berapa pun kalori dari makanan dan camilan yang dikonsumsi memiliki beratnya masing-masing. Misalnya minum 200 milimiter air akan menambah berat badan dengan jumlah yang sama. Sama juga halnya pada sayuran seperti saat memakan salad.
Makanan sehat dan air putih dapat dicerna oleh tubuh lebih cepat sehingga saat pola makan seimbang, fluktuasi berat badan juga akan lebih jarang terjadi. Makanan yang tinggi karbohidrat, garam, dan lemak memerlukan waktu lebih lama untuk diproses dan dikeluarkan melalui kotoran.
Berat dari hasil proses mencerna makanan
Tubuh memanfaatkan makanan dan cairan untuk hidrasi dan energi. Setelah berhasil mengumpulkan semua yang dibutuhkan dari sumbernya tubuh akan mulai mengeluarkan sisa makanan yang diubah menjadi lendir, keringat, air seni dan kotoran. Hal ini dapat menyebabkan sedikit penurunan pada berat badan.
Olah raga
Menghabiskan energi untuk membakar kalori dapat menghasilkan penurunan berat badan. Tetapi jika tubuh cukup terhidrasi, penurunan berat badan tidak akan langsung terlihat. Hal ini dikarenakan air yang diminum mengganti cairan yang dikeluarkan melalui keringat. Di sisi lain, air tidak mengandung kalori sehingga tidak akan membuat peningkatan berat badan di kemudian hari.
Obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan tubuh menyimpan air lebih banyak, meningkatkan nafsu makan atau merubah metabolisme tubuh. Obat yang menyebabkan hal ini seperti insulin, thiazolidinediones, penghambat beta-adrenergic, tricyclic antidepresan, inhibitor reuptake serotonin selektif, lithium.
Siklus menstruasi
Juga dapat menyebabkan tubuh menyimpan air lebih banyak di beberapa waktu tertentu yang menyebabkan peningkatan berat badan. Berat badan akan disadari sedikit naik pada hari pertama menstruasi. Berat badan normal harusnya kembali setelah menstruasi mulai berjalan.
Konsumsi alkohol
Alkohol tidak diproses sama halnya seperti makanan lain sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tubuh bisa mengeluarkannya. Alkohol juga memperlambat proses pencernaan dari zat lain sehingga lagi-lagi kadar air dalam tubuh tertahan.
Alkohol mengandung kalori lebih yang mungkin tidak dipertimbangkan. Juga akan kurang perhatian terhadap asupan kalori ketika meminum minuman beralkohol.
Kondisi kesehatan
Berat badan naik turun dengan cepat akibat kesehatan terganggu seperti flu atau akibat dari kondisi kronis juga mungkin terjadi. Sementara itu, kondisi seperti tiroid, sindrom cushing, dan sindrom ovarium polikistik dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak terduga. Diabetes dan penyakit Crohn sering juga dikaitkan dengan penurunan berat badan yang tidak terduga. (dbs/why)

Komentar