Kamis, 04 Juni 2026 | 06:52
LIFESTYLE

Cegah dan Atasi Biang Keringat Pada Bayi

Cegah dan Atasi Biang Keringat Pada Bayi
Ilustrasi perawatan kulit bayi (Shutterstock/Hellosehat)

ASKARA - Kulit bayi yang sangat sensitif rentan terkena biang keringat atau yang dikenal dalam istilah medis miliaria.  

Meski biasanya dapat sembuh sendiri namun gejala biang keringat yang terjadi membuat bayi terus rewel karena rasa gatal. 

Biang keringat adalah peradangan kulit yang disebabkan oleh penyumbatan pada saluran keringat. Seharusnya, keringat yang dihasilkan oleh kelenjar di bawah kulit dapat mengalir ke atas permukaan melewati saluran tersebut dan keluar melalui pori-pori.

Di lapisan teratas kulit, keringat kemudian akan menguap sendiri. Namun karena saluran itu tersumbat, cairan keringat justru terperangkap di bawah kulit. Hal ini menyebabkan peradangan dan ruam berupa bintil lepuhan. Kemunculan biang keringat pada bayi umumnya disebabkan oleh saluran keringat yang belum sempurna.

Semua orang berkeringat untuk mendinginkan suhu tubuh namun saluran keringat pada tubuh bayi belum sepenuhnya berkembang. Keringat yang dihasilkan dapat terperangkap dalam saluran yang masih lemah, kemudian pecah dan bocor terperangkap di bawah kulit.

Biang keringat umum menyerang bayi pada minggu pertama kehidupan. Ruam kemerahan akibat penyakit kulit ini terutama akan cenderung muncul dipengaruhi oleh peningkatan panas tubuh atau suhu lingkungan.

Berbagai hal yang bisa menimbulkan bayi berkeringat lebih banyak antara lain tinggal di wilayah beriklim tropis, menggunakan pakaian yang tebal saat cuaca panas, bayi dirawat dalam inkubator, keluarnya keringat berkaitan erat dengan suhu panas. 

Tanda dan gejala biang keringat pada bayi
Tubuh manusia dipenuhi oleh kelenjar keringat, sehingga biang dapat muncul di kulit bagian tubuh mana pun. Meski begitu, bintil lepuhan khas biang keringat paling sering muncul pada lipatan kulit bayi, seperti ketiak, lipatan siku, paha, dan leher. Kadang, lepuhan biang keringat juga dapat ditemukan pada area kulit yang tertutup pakaian, seperti punggung, dada, dan selangkangan.

Selain dilihat dari lokasi ruamnya, tanda dan gejala lain dari biang keringat pada bayi adalah benjolan-benjolan berupa lenting merah berisi air yang berukuran sangat kecil pada kulit, lepuhan muncul tidak hanya satu tapi sekaligus banyak dan menyebar di satu area kulit, pembengkakan kulit ringan, pada bayi yang berusia lebih tua lepuhan dapat terasa sangat gatal dan cenderung terasa nyeri serta perih.

Bayi mungkin belum bisa bicara untuk memberi tahu bahwa ia merasa gatal-gatal dan perih, namun kita dapat menyadari gejala biang keringat ketika mendapati banyak bintik merah di kulitnya. Dan si kecil bertingkah sangat rewel maupun gelisah. Bayi mungkin juga lebih sulit tidur daripada biasanya ketika mengalami biang keringat. Bila bayi terus rewel dan membuat khawatir, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. 

Tanda dan gejala yang mengharuskan bayi untuk dibawa ke dokter seperti munculnya ruam disertai demam, lepuh kecil tidak berisi air tapi nanah, ruamnya menyebar bila disentuh terasa hangat dan membengkak, ada pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, leher atau pangkal paha.

Dokter biasanya akan mengevaluasi penyebab munculnya biang keringat pada bayi lalu merekomendasikan pengobatan yang cocok. Bisa meliputi perawatan rumah saja atau kombinasi dengan obat yang diresepkan.

Biang keringat yang ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Terutama jika bayi sudah tidak lagi berkeringat dan Anda mengeringkan kulitnya dengan benar. Namun, bukan berarti boleh menyepelekan kondisi ini.

Lepuhan khas biang keringat adalah gelembung keringat yang bisa pecah kapan saja. Bila tidak diobati dengan tepat, bintil biang keringat pun dapat bertambah parah dan menimbulkan infeksi hingga berisi nanah. Biang keringat yang berisi nanah dan bisa pecah disebut dengan miliaria pustulosa.

Berikut beberapa cara alami mengobati biang keringat yang bisa dicoba pada bayi di rumah;

Mandi oatmeal
Sering digunakan sebagai pengobatan rumahan untuk mengobati masalah kulit seperti biang keringat. Namun, oatmeal yang digunakan adalah oatmeal koloid bukan oatmeal yang biasa dimakan. Oatmeal koloid diketahui dapat mengurangi rasa gatal dan menenangkan kulit.

Campurkan 1-2 cangkir gandum koloid mentah ke dalam bak mandi bayi yang berisi air hangat. Aduk rata air mandi tersebut dan kemudian biarkan bayi berendam tidak lebih dari 20 menit.

Juga bisa membuat pasta dari campuran oatmeal dan air dengan perbandingan 1:1 kemudian aduk rata dan oleskan pada kulit bayi. Diamkan beberapa saat dan setelahnya bilas tubuh bayi hingga bersih dan keringkan. Melulurkan bubur oatmeal baiknya dilakukan beberapa menit sebelum mandi.

Gel lidah buaya (aloe vera)
Mengandung sifat anti radang yang dapat meredakan gejala biang keringat pada bayi. Lidah buaya juga dapat memberikan sensasi dingin pada kulit bayi sehingga rasa perihnya akan berkurang. Gel ini juga mengandung senyawa yang bersifat antiseptik sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi pada kulit bayi. Anda bisa mengoleskan gel ini langsung ke area kulit yang bermasalah.

Bubuk neem
Neem atau daun mimba adalah tanaman yang sering dijadikan sebagai obat herbal karena kandungan senyawa antimikroba dan antiinflamasi. Kita bisa menggunakan bubuknya sebagai obat untuk biang keringat.

Caranya, campurkan bubuk neem dengan air hingga menjadi pasta kemudian oleskan pasta tipis-tipis ke kulit bayi selama beberapa menit dan bilas hingga bersih. Lakukan hal ini beberapa menit sebelum mandi.

Mencegah biang keringat pada bayi
Biang keringat umumnya dapat disembuhkan dengan mudah namun dapat juga muncul kembali. Agar bayi tidak lagi mengalami masalah kulit, berikut beberapa tips pencegahan;

Pakaikan baju tipis dan menyerap keringat saat cuaca panas
Pakaian tebal memang menutupi kulit bayi dari paparan kotoran yang ada di udara. Namun, bisa menimbulkan masalah jika digunakan pada waktu yang tidak tepat, contohnya saat cuaca panas.

Pilih pakaian yang setidaknya membuat kulit bernapas. Tidak hanya pakaian, selimut, topi, maupun sarung tangan juga sebaiknya dilepaskan agar tubuh bayi tidak berkeringat dan memicu tumbuhnya biang keringat.

Jaga bayi agar tidak banyak berkeringat
Biang keringat rentan terjadi ketika tubuhnya banyak mengeluarkan keringat. Untuk itu, menghindari paparan sinar matahari di siang hari atau berada di ruangan tanpa ventilasi udara yang baik adalah satu cara untuk mencegah tumbuhnya biang keringat pada bayi.

Gunakan payung jika mengajak bayi ke luar rumah di siang hari agar tidak kepanasan. Bisa juga membawa bayi keluar dari ruangan yang kira-kura panas ke area lebih sejuk.

Penyumbatan keringat juga bisa dicegah dengan memilih produk untuk kulit yang tepat. Hindari produk yang mengandung alkohol, pewangi, dan pewarna karena bisa menimbulkan iritasi pada kulit. Selain itu, pakaikan produk tersebut tipis-tipis di kulit supaya tidak menyumbat pori-pori dan mengganggu keluarnya keringat. (dbs/why)

Komentar