Penemuan Mengerikan, Ratusan Tulang Bayi di Kuburkan Massal
ASKARA - Penemuan mengejutkan menggemparkan dunia arkeologi setelah tim peneliti menemukan kuburan massal berisi ratusan tulang anak-anak di sebuah situs kuno yang disebut dalam Alkitab.
Temuan tersebut berasal dari penggalian di Tel Azekah, sebuah kawasan bersejarah di dataran rendah Yudea, sekitar 30 kilometer barat daya Yerusalem. Situs ini dikenal sebagai salah satu lokasi yang dikaitkan dengan kisah pertempuran legendaris antara Daud dan Goliat.
Penggalian yang dipimpin oleh Oded Lipschits dari Tel Aviv University sebenarnya telah berlangsung sejak 2013. Saat itu, tim menemukan sebuah reservoir air kuno. Namun, kejutan besar muncul ketika mereka menggali lapisan yang lebih dekat ke permukaan.
Alih-alih hanya menemukan pecahan tembikar seperti biasa, para arkeolog justru menemukan ratusan tulang manusia berukuran kecil. Setelah diteliti, tulang-tulang tersebut diketahui berasal dari anak-anak, bahkan sebagian besar adalah bayi.
“Kami menggali dengan sangat hati-hati, mengumpulkan setiap potongan tulang dan mendokumentasikan setiap detail, tetapi pada awalnya kami tidak memahami apa yang kami temukan,” ujar Lipschits, dikutip dari timesofisrael, Sabtu (11/4).
Penelitian lanjutan yang dipublikasikan dalam jurnal Palestine Exploration Quarterly mengungkap bahwa terdapat sedikitnya 68 hingga 89 individu dalam kuburan tersebut. Sekitar 90 persen di antaranya berusia di bawah lima tahun, dan 70 persen bahkan belum mencapai usia dua tahun.
Para peneliti memperkirakan jasad-jasad itu ditempatkan di lokasi tersebut dalam kurun waktu sekitar 100 tahun, antara abad ke-6 hingga ke-5 sebelum Masehi, yakni pada awal periode Persia ketika kawasan itu merupakan permukiman Yudea.
Temuan ini menjadi yang pertama dari jenisnya di wilayah tersebut dan membuka wawasan baru mengenai praktik pemakaman pada masa kuno. Tingginya angka kematian bayi pada masa itu diduga membuat anak-anak kecil tidak selalu mendapatkan pemakaman individual seperti orang dewasa.
Meski demikian, alasan pasti di balik pengumpulan jasad anak-anak dalam satu lokasi masih menjadi misteri. Para peneliti menyebut, praktik ini bisa jadi berkaitan dengan tradisi, kondisi sosial, atau bahkan keterbatasan sumber daya pada masa itu.
Penemuan ini tidak hanya menambah pengetahuan tentang kehidupan masyarakat kuno, tetapi juga menyisakan pertanyaan besar tentang bagaimana peradaban masa lalu memandang kehidupan dan kematian, khususnya bagi anak-anak.

Komentar