Kunci Keberhasilan Belajar Wing Chun
ASKARA - Kepopuleran wing chun kian melejit semenjak kemunculan Film IP Man di tahun 2008.
Kesuksesan aktor Donnie Yen memainkan perannya sebagai IP Man yang merupakan guru besar wing chun membuat banyak orang ingin mengetahui ilmu bela diri kungfu tersebut.
Komunitas Dennis Lee Ving Tsun Indonesia berpusat di Jakarta dan memiliki cabang di Tangerang. Mereka rutin melakukan latihan wing chun. Nama Dennis Lee itu diambil dari gurunya yang tinggal di Hongkong dan pernah belajar dengan anaknya IP Man yaitu IP Ching.
Pengurus komunitas ini Hendra Yudha menceritakan pengalamannya belajar wing chun yang harus bertolak ke Hongkong, tempat lahirnya beragam aliran kungfu dan momen pertemuan mereka dengan shifu Dennis Lee.
"Kita sempat dapat pemahaman oleh anak keduanya IP Man, namanya IP Ching. Dia punya murid yang telah belajar 20 tahun namanya Denis Lee ini," ujar Hendra saat berbincang dengan redaksi, Senin (17/2).
Menurutnya, metode belajar yang diajarkan Dennis Lee berbeda dengan pemahaman tentang wing chun sebelumnya. Karena dirinya mengaku belum sempat mendapat pemahaman wing chun yang benar.
Umumnya orang belajar ilmu bela diri terutama kungfu kerap dibumbui oleh sesuatu yang sifatnya mitos. Semisal melakukan gerakan sakti melalui energi chi. Namun memang setiap manusia memiliki energi chi tersebut.
"Masalahnya itu hanya sebatas wacana dan filosofis yang kita tahu. Tapi praktiknya kita tidak pernah belajar secara rutin," terang Hendra.
Ada satu nasihat dari Dennis Lee yang dianggapnya masuk akal. Berbunyi jika seseorang ingin belajar wing chun maka harus membutuhkan waktu dan keringat, tanpa keduanya maka akan sia-sia.
"Wing chun is kungfu. Kungfu is time and sweat. Jadi bisa dibayangin dong kamu tidak mungkin bisa wing chun kalau kamu tidak punya waktu dan keringat," jelas Hendra.
Belajar ilmu bela diri tidak mungkin hanya sekali atau dua kali saja. Maka untuk mendapatkan kungfu harus kerja keras dan dilakukannya secara rutin.
"Tidak bisa belajar kungfu dari buku, media sosial atau sekadar melihat gerakannya," ucap Hendra.
Setiap gerakan wing chun harus dilakukan dengan posisi tubuh yang benar. Dikatakannya shifu Denis Lee mencoba mengajarkan metode kungfu secara simpel tapi masuk dalam makna substansinya.
Contohnya gerakan pukulan, jika memukul angin tidak perlu pakai power yang dipakai adalah struktur tubuh.
"Tidak perlu power kamu hanya perlu struktur dibenarkan dan praktikan yang banyak supaya otot-otot kamu terlatih," kata Hendra.
Kekuatan itu tahapan terakhir. Jika sudah terbiasa memukul dengan gerakan cepat dan akurasinya bagus langkah berikutnya adalah mengisi power.
Ibaratnya seperti orang menyetir mobil, tidak perlu secara cepat mengemudinya. Tapi jalan dan jaga perhitungan sisi kanan kiri maupun depan belakang. Dengan demikian semuanya bisa lancar.
"Logikanya seperti itu. Artinya waktu belajar itu benar-benar efektif harus mengikuti pola. Nah pola itu hanya bisa dibuat oleh orang yang melewatinya," papar Hendra.
Audi Ul Hakim sebagai pelatih dalam komunitas dan telah mendapat sertifikat dari shifu Dennis Lee menambahkan bahwa belajar wing chun seperti melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya berjalan.
Adapun, tiga tahapan dasar yang harus dipelajari oleh pemula yaitu Siu Lim Tao, Chum Kiu, dan Biu Gee. Ketiganya ibarat buku panduan.
"Jadi rata-rata orang yang mempelahari tahap pertama butuh waktu sekitar satu tahun. Setidaknya mereka menghafal," beber Audi.

Komentar