Selasa, 21 Juli 2026 | 18:22
COMMUNITY

Juara Umum PON Bela Diri Jadi Motivasi DKI Untuk PON 2028

Juara Umum PON Bela Diri Jadi Motivasi DKI Untuk PON 2028
Kontingen DKI Jakarta foto bersama usai menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025, di Kudus, Jawa Tengah, 11-26 Oktober (Dok Sisca)

ASKARA – Kontingen DKI Jakarta menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025, di Kudus, Jawa Tengah, 11-26 Oktober. Para atlet merebut total 99 medali dengan rincian 42 medali emas, 27 perak, dan 3 perunggu.  Hasil ini menjadi cambuk bagi para atlet Jakarta untuk lebih berprestasi di PON 2028.

“Terima kasih telah berjuang mengharumkan nama Jakarta. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi di tingkat nasional, regional, dan internasional demi mengibarkan merah putih di pentas nasional,” kata Dr Hidayat Humaid M.Pd, Ketua Umum KONI DKI Jakarta dalam acara Press Gathering dengan tema “DKI Jakarta Juara Umum PON Bela Diri” di Gedung KONI DKI Jakarta, Kamis (30/10).

Selain Hidayat, acara ini dihadiri Fatchul Anas (Wakil Ketua Umum III KONI DKI), Gde Sardjana (Wakil Ketua Umum II KONI DKI), Amunullah (Sekum KONI DKI),  Hadanemon Aritonang (Bendahara KONI DKI), Khaeroni (Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI DKI), serta perwakilan 10 cabang olahraga yang ikut dalam PON Bela Diri.

PON Bela Diri mempertandingkan 10 cabang olahraga yang terdiri pencak silat, tarung derajat, karate, taekwondo, gulat, judo, jujitsu, sambo, kempo, dan wushu. Diikuti 2.645 atlet dari 38 provinsi.

Selain kerja keras para atlet, pelatih, pengurus masing-masing cabang olahraga, keberhasilan ini juga karena mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DPRD Jakarta, dan Dinas Pemuda & Olahraga (Dispora).  Mereka selalu aktif membina para atlet untuk berprestasi.

“Dukungan dan support dari Gubernur Pramono Agung, Kadispora Andri Yansah, serta DPRD menjadi motivasi kami untuk terus berjuang demi mengharumkan nama Jakarta. Terima kasih juga kepada Pengurus Provinsi cabang olahraga yang terus melakukan pembinaan berkelanjutan. Hasil ini merupakan sasaran antara menuju PON berikutnya,” lanjut Hidayat. Prestasi ini akan menjadi bahan evaluasi untuk prestasi ke depan olahraga Jakarta, khususnya PON 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Lebih lanjut, Fatchul Anas menyebutkan keberhasilan ini juga merupakan hasil evaluasi total seluruh cabang olahraga dari prestasi sebelumnya. Pada PON 2024 yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara, DKI Jakarta menempati peringkat kedua, di bawah Jawa Barat.

“Keberhasilan ini bisa diraih karena rasa haus kami mencetak prestasi. Terima kasih kepada atlet, pelatih, dan juga KONI DKI. Kita tetap harus hati-hati karena mempertahankan prestasi lebih sulit daripada merebut,” kata Zulkarnaen Idris, Ketua Pengprov DKI Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi)

DKI Jakarta menurunkan 138 atlet dan 45 atlet. KONI DKI untuk menjaga efisiensi dalam keikutsertaannya pada PON Beladiri ini. Jakarta sempat bersaing ketat dengan Jawa Barat. Total 42 emas didapat dari cabang judo dengan 7 emas, kempo 7 emas, karate 3 emas, wushu 11 emas, taekwondo 3 emas, sambo 4 emas, pencak silat 3 emas, dan ju-jitsu 4 emas.

 

 

Komentar