Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35
COMMUNITY

Psikolog Dedy Susanto Diduga Kerap Lakukan Pelecehan Seksual

Psikolog Dedy Susanto Diduga Kerap Lakukan Pelecehan Seksual
Tangkapan layar unggahan di akun Instagram @revinavt

ASKARA - Sisi gelap seorang Dedy Susanto yang dikenal sebagai pakar psikologi mulai terungkap di jagat publik. 

Diawali dengan perdebatan antara Dedy dengan selebgram Revina VT membahas bipolar dan LGBT.  

Perdebatan tersebut berujung dengan kecurigaan Revina terkait keabsahan Dedy sebagai psikolog, hingga akhirnya melebar dengan banyaknya laporan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Dedy Susanto.

Seperti diketahui, Dedy Susanto seringkali mengadakan seminar terkait pemulihan mental, sering mengkritisi tayangan-tayangan yang berbau sensualitas, bahkan pernah diundang dalam acara Kick Andy pada 2015. Namun hal ini berbalik arah saat Revina mengungkap jati dirinya.

"Awal kecurigaan saya dari sini, beliau ngomong bipolar bisa sembuh, direpresi. Tapi dia ngaku doktor psikologi, besar dong kecurigaan saya. Jadi saya cek di Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) emang tidak terdaftar. Bipolar itu masalahnya sama chemical di otak, gak bisa diselesaikan hanya dengan hypnotherapy, Be aware ya semua," tulis Revina dalam Instastory-nya.

Revina pun mengunggah hasil jejak pendidikan Dedy Susanto adalah Institute Teknologi dan Bisnis Kalbis pada 2006 dengan gelar S1, Sekolah Tinggi Manajemen PPM pada 2019 dengan gelar S2 dan mendapatkan gelar doktor di Universitas Persada Indonesia YAI pada 2017.

"Kesimpulannya @dedysusantopj bukan Psikolog, beliau gak punya lisensi apapun untuk praktek sebagai psikolog. Sertifikasi sebagai psikoterapispun patut dipertanyakan dapetnya dari mana dan lain-lain, karena orang awampun bisa ikutan," beber Revina.

"Beliau pernah buka kelas untuk jadi terapis, dengan iming-iming prospek pekerjaan. Jangan mau dibohongin pake gelar S3 yang sebenarnya gak ada relevansi apapun dengan praktek beliau. Karena S3 Psikologi bukan berarti bisa praktek sebagai psikolog. Mengingat S1 dan S2 bukan psikologi," lanjutnya.

Seluruh unggahan terkait keganjilan sosok Dedy Susanto berdasarkan profesinya membuat sejumlah warganet yang juga pasien yang pernah ditangani Dedy Susanto meluapkan emosi dan rasa trauma. Mereka mengirimkan pesan melalui direct message ke Instagram Revina. Mayoritas mengaku telah diperlakukan tidak senonoh oleh Dedy Susanto.

"Jadi waktu ketemu dia itu aku pikir dia benar-benar memahami masalah depresinya aku. Karena sebelum ketemu dia aku juga udah ke psikolog di kotanya aku, dan cara kerjanya beda banget. Sementara waktu sama Dedy Susanto ini, dia terapi aku pribadi. Tapi di hotel, dan sempet nyium-nyium badan aku waktu aku diterapi. Katanya itu bagian dari terapi," papar salah satu korban yang dirahasiakan identitasnya oleh Revina dalam unggahan Instastory.

"Jadi semenjak itu aku semakin trauma dengan laki-laki dan gak mau lagi ketemu sama dia. Malah dia bilang sama aku udah ditolong malah mikir yang aneh-aneh. Alhamdulillah sekarang terbukti. Lebih baik aku terapi ke psikolog yang sudah terdaftar saja, makasih kak Revi," sambungnya.

Usai jagat dunia maya gempar dengan informasi tersebut, pantauan Askara, Dedy Susanto mematikan fitur berbagi komentar di Instagram miliknya dengan mengunggah unggahan terkait LGBT yang disebutnya merupakan penyakit dan bisa disembuhkan.

"Mereka terlalu percaya bahwa LGBT itu bawaan hormon, padahal hormon juga mengkondisian dari psikologis. Seorang istri yang sangat sering disakiti suami dan akhirnya berpisah, ketika single parent ia jadi rasa strong dan kayaknya keras, maskulinitas naik, feminitas turun. Namun pasca terapi oa akan sembuh kami yakin," unggah Dedy.

Sementara Revina tetap membela semua korban yang diduga telah mengalami pelecehan seksual oleh Dedy Susanto. Dia pun terus menggunggah semua kegundahan dari para mantan pasien Dedy Susanto yang diduga telah mendapatkan pelecehan seksual.

"Teman-teman yang diajak ngeroom dipaksa berhubungan badan, dimanipulasi dengan dalih terapi, atau apapun yang mengakibatkan hubungan terapis-terapisan jadi hubungan badan. Please banget, bantu aku untuk memperjuangkan kalian, jangan diem aja. Predator ini gak boleh berkeliaran lagi," jelasnya.

Bahkan Revina juga siap membawa kasus itu ke kepolisian dan meja pengadilan.

"@dedysusanto lo lagi nyari back up ke Polda ya? Dih gue tau kali mau dipanjangin sama meja hijau? Boleh yuk, siapun buktinya semua Ded. Gue juga bawa bukti gue ya, kita fight aja Ded," tantang Revina.

Komentar