Netanyahu Akui Israel Kalah dalam Perang Berikut Ini
ASKARA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap menurunnya dukungan publik Amerika Serikat kepada Israel sejak perang Gaza berlangsung. Menurut Netanyahu, fenomena tersebut dipengaruhi kuat oleh media sosial dan kampanye disinformasi yang dinilainya masif.
Dalam wawancara bersama program “60 Minutes” CBS News, Netanyahu menyebut media sosial menjadi medan propaganda yang sangat efektif dalam membentuk opini publik global terhadap Israel, terutama di kalangan generasi muda Amerika Serikat.
“Israel sedang dikepung di medan media dan propaganda. Kami tidak cukup baik menghadapi perang propaganda ini,” ujar Netanyahu.
Ia menilai penurunan dukungan publik di AS hampir sepenuhnya berkorelasi dengan pertumbuhan penggunaan media sosial yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Netanyahu juga menuding adanya sejumlah negara yang memanfaatkan platform digital untuk memanipulasi informasi dan memperburuk citra Israel di mata dunia.
Meski demikian, Netanyahu mengaku tidak mendukung sensor terhadap media sosial. Ia menegaskan bahwa Israel harus melawan berbagai tuduhan dan propaganda menggunakan fakta serta informasi yang menurutnya benar.
“Kami harus melawan kebohongan dan propaganda dengan satu-satunya senjata yang kami miliki, yaitu kebenaran,” katanya.
Survei Pew Research yang dilakukan pada Maret lalu menunjukkan sekitar 60 persen warga dewasa Amerika memiliki pandangan negatif terhadap Israel. Selain itu, sebanyak 59 persen responden menyatakan kurang atau tidak percaya kepada Netanyahu dalam menangani urusan global. Angka tersebut meningkat tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam wawancara yang sama, Netanyahu juga menyinggung situasi politik Iran. Ia menyatakan yakin bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih hidup, meskipun belum terlihat di publik sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, pada awal Maret lalu.
Menurut Netanyahu, Mojtaba Khamenei diduga berada di lokasi rahasia atau bunker demi alasan keamanan. Namun ia menilai pengaruh politik Mojtaba belum sekuat pendahulunya.
“Saya pikir dia masih hidup. Kondisinya sulit dipastikan karena dia bersembunyi di bunker atau tempat rahasia,” ujar Netanyahu.
Pernyataan Netanyahu tersebut kembali memicu perhatian internasional terkait dinamika konflik Timur Tengah, perang Gaza, serta meningkatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi publik global terhadap konflik geopolitik.

Komentar