Minggu, 07 Juni 2026 | 00:58
NEWS

Begini Pendekatan Efektif untuk Mencegah Perundungan

Begini Pendekatan Efektif untuk Mencegah Perundungan
ilustrasi bullying (tribunjogja.com)

ASKARA - Perundungan (bully) terhadap anak sudah sering terjadi. Tindakan itu terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya faktor internal maupun eksternal yang memungkinkan adanya dorongan dari lingkungan. 

Baru-baru ini seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Malang, Jawa Timur, berinisial MS harus menjalani operasi amputasi jari tengah, akibat dugaan perundungan oleh tujuh temannya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Siti Hikmawati menyatakan, perundungan hanya akan terjadi bila ada calon korban, calon pelaku dan adanya kesempatan.

Jika calon korban bisa memproteksi dirinya sedemikian rupa. Sehingga tidak akan jadi korban perundungan atau bully. Tentu itu harus menajdi sesuatu hal yang diajarkan terhadap semua anak. 

"Untuk mampu membuat pertahanan. Jadi jangan biarkan dirinya tetap menjadi sebuah korban," ujar Siti Hikmawati kepada Askara, Kamis (6/2).

Untuk calon pelaku, perlu diberi pemahaman untuk tidak melakukan tindakan yang melebihi batas. Umumnya kejadian perundungan bermula dari gurauan. Namun terjadi peningkatan perundungan yang berujung fatal.

"Ketika tidak ada batasan jelas, akan melebihi batasan menurut kaidah tertentu sudah melebihi batas. Jadi kita perlu memberi penjelasan kepada calon pelaku," jelas Siti. 

Misalnya, kata-kata terlalu vulgar bisa menyakiti, dan body shaming sudah termasuk bully verbal. Jika kasus yang menimpa siswa MS ini bully pisik. Adapun bully sosial atau cyber bully. "Nah, itu perlu disosialisasikan supaya anak tidak melakukan itu," terangnya. 

Terhadap pelaku harus diumumkan bahwa ada hukuman cukup berat. Sehingga memberikan efek jera. Maka tidak ada keinginan melakukan hal tersebut. "Ini juga masuk dalam poin menimalisir kesempatan yang mungkin akan terjadi," tuturnya. 

Sementara menjaga kesempatan itu terjadi bisa dicegah dari lingkungan calon pelaku. Seperti di rumah ada orang tua dan di sekolah ada kelapa sekolah maupun guru. 

"Pendekatannya yang efektif harus kepada semua unsur ini," tandasnya.

Komentar