Senin, 08 Juni 2026 | 12:53
NEWS

Kota Wuhan Masih Terisolasi, Mahasiswa Indonesia Aman

Kota Wuhan Masih Terisolasi, Mahasiswa Indonesia Aman
ILustrasi virus corona (foto: Shutter Stock)

ASKARA - Sejumlah mahasiswa asal Indonesia masih berada di Kota Wuhan, China. Mereka menjalani aktivitasnya dengan keterbatasan. Belum secara normal. 

Koordinator Mahasiswa Indonesia di Central China Normal University (CCNU), Muhammad Aris Ichwanto mengatakan, situasi belum membaik. Kota itu diisolasi dari luar pada 23 Januari 2020 untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut. 

"Jika dikatakan Kota Wuhan baik, Wuhan tidak baik-baik saja. Tapi aktivitas di sekitar kampus kami masih terbatas. Namun kami masih bisa keluar untuk beli logistik," ujar Aris kepada Askara melalui pesan tertulis, Selasa (28/1).

Hanya beberapa orang yang terlihat di jalanan, sebagian besar petugas keamanan atau petugas kesehatan dengan pakaian lengkap dan mengenakan masker. Para petugas rutin melaksanakan tugasnnya. 

"Pembersihan tiap hari. Ya, seperti biasanya. Petugas kebersihan juga beraktivitas setiap hari," kata pria yang menempuh pendidikan jurusan PhD candidate in principle of Education itu. 

Kendati demikian, sebagian besar mereka dalam keadaan baik. Termasuk dalam pemenuhan makanan sehari-sehari tercukupi. "Kondisi teman-teman saat ini baik dan sehat. Logistik teman-teman juga aman. Toko di sekitar dorm mulai buka, karena kemarin sempat tutup karena Imlek," tutur Aris. 

Jumlah mahasiswa asal Indonesia, yang berkuliah cukup banyak. Mereka selalu mewaspadai kondisi di Wuhan. Aktivitas mereka hanya diperbolehkan dilakukan di asrama. 

"Kalau jumlah total mahasiswa Indonesia di CCNU ada 60 orang. Dan yang masih di kampus tidak pulang liburan ada sekitar 28 orang," tandasnya. 

Akibat kejadian itu, Aris terus berkomunikasi setiap saat dengan mahasiswa Indonesia lain yang terisolasi di Wuhan untuk memantau kondisi dan perkembangan mereka.

"Masih komunikasi. Karena saya ketuanya teman-teman jadi setiap hari komunikasi dengan teman-teman yang di sana melalui grup wechat atau individu," ungkapnya.

Sebelum Kota Wuhan terisolasi, Aris berhasil pulang ke Tanah Air yaitu di Malang, Jawa Timur. Dirinya hanya pulang sendiri untuk berlibur dan berkumpul dengan keluarga. 

"Saya pulang tanggal 13 Januari memang untuk liburan Karena kami terakhir ujian tanggal 10. Jadi kami memang mudik liburan. Saya sendirian," ujarnya.

Komentar