Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:31
NEWS

Menafsirkan Feng Shui untuk Rumah Sehat

Menafsirkan Feng Shui untuk Rumah Sehat
Foto: Ilustrasi. (ist./net)

FENG artinya angin, dan shui berarti air. Konon, kearifan lokal negeri Tirai Bambu ini dipercaya mampu membangun keharmonisan antara langit dan bumi demi mendapat kebajikan hidup (Qi).

Menurut konsultan feng shui, Jenie Kumala Dewi, masyarakat Tionghoa percaya Qi dibawa dan disebarkan oleh angin (feng), atau ikut mengalir bersama air (shui). Sebab itu, kata dia, rumah yang sehat adalah rumah yang memiliki sirkulasi udara dan saluran air yang baik.

“Inti dari ajaran feng shui adalah keseimbangan. Artinya, tiap ruang harus ditata sedemikian rupa supaya tidak jomplang antara yin dan yang.”

Konsultan Feng Shui, Jenie Kumala Dewi.

Kamar tidur, dapur, dan kamar mandi, adalah ruang yang paling penting di rumah menurut feng shui. Alasannya, aktivitas sering dilakukan di ruangan ini.

1. Letak saluran air
 
Energi kotor dalam Feng Shui bisa ditafsirkan aliran udara dan air yang kotor. Dalam hal ini, dapur dan kamar mandi, saluran pembuangan airnya tidak boleh dibuat menyeberangi bagian tengah rumah, tapi harus mengitari pinggir rumah.

Secara teknis, jika saluran air melintasi bagian tengah rumah, apabila rusak atau tersumbat maka memperbaikinya perlu membongkar lantai di dalam rumah.

Sementara dari sisi kesehatan, arus air memiliki medan magnet yang dapat mengacaukan peredaran darah. Meski efeknya tidak langsung terasa, mereka yang tempat tidurnya berada persis di atas sumber air cenderung mengalami gangguan peredaran darah.

2. Dapur

Dapur dianggap sebagai ‘jantung’ rumah, tapi posisinya tidak boleh berada di tengah. Sebab, energi kotor, berupa asap kompor atau uap aroma makanan yang dikeluarkan dapur akan mengalir ke seluruh penjuru rumah.

Pula letak kompor di dapur, posisinya tidak boleh berada persis di depan pintu. Secara teknis, bisa membuat posisi pemasak terekspos energi dari luar dapur (angin, debu) yang masuk melalui pintu.

Komentar