ASKARA - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami lima kali erupsi pada Minggu (8/11/2026). Letusan terakhir terjadi pukul 15.55 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan aktivitas vulkanik yang disusun M. Richard Chaniago dan dipublikasikan melalui MAGMA Indonesia, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 63 detik.
Sebelumnya, Gunung Ibu juga mengalami erupsi pada pukul 15.04 WIT dan 14.29 WIT. Kedua kejadian tersebut tidak teramati secara visual, tetapi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter. Durasi masing-masing erupsi tercatat 62 detik dan 53 detik.
Aktivitas erupsi juga terjadi pada pagi hari pukul 06.27 WIT. Saat itu, kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau 1.825 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut. Erupsi berlangsung selama 51 detik dengan amplitudo maksimum 28 milimeter.
Sementara itu, erupsi pertama tercatat pada pukul 00.06 WIT. Kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Kejadian tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 47 detik.
Lima kejadian erupsi dalam satu hari ini menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Ibu yang masih berlangsung. Masyarakat di sekitar gunung diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam menghadapi aktivitas gunung api. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi petugas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana.