ASKARA - Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum. Perlu keterlibatan keluarga, tokoh agama, dan masyarakat untuk membangun kesadaran serta melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Semangat tersebut ditunjukkan Kasat Narkoba Polres Sampang Iptu Yuda Julianto, S.H., M.M., melalui kegiatan Bayan Subuh dan Ngaji Bareng bersama para kiai dari Pamekasan serta alim ulama Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Berlangsung di lingkungan pondok pesantren wilayah Robatal, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian dan kalangan pesantren.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Iptu Yuda Julianto berbaur bersama para ulama dan santri. Momentum keagamaan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga diri, memperkuat keimanan, serta menjauhi penyalahgunaan narkotika.
"Generasi muda harus memiliki benteng moral dan lingkungan pergaulan yang sehat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan," kata Iptu Yuda dalam keterangan, Sabtu (7/11/2026).
Keterlibatan para kiai dan alim ulama memiliki arti penting dalam gerakan pencegahan narkoba. Melalui pendidikan agama dan keteladanan, pesan tentang bahaya narkotika dapat menjangkau masyarakat hingga lingkungan keluarga dan pesantren.
Iptu Yuda Julianto juga mendorong para santri agar tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi turut menjadi pelopor gerakan antinarkoba di lingkungan pergaulan masing-masing.
Sinergi antara polisi dan ulama diharapkan menjadi kekuatan sosial dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman bersama yang membutuhkan kepedulian semua pihak.
Melalui pendekatan keagamaan dan silaturahmi seperti ini, Polres Sampang berupaya memperluas gerakan pencegahan narkoba. Sebab, menyelamatkan generasi muda bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan bangsa yang lebih baik.