Sabtu, 07 November 2026 | 15:43
NEWS

Potensi Desa Siap Mendunia, Indovex 2026 Hadirkan Produk Unggulan Nusantara

Potensi Desa Siap Mendunia, Indovex 2026 Hadirkan Produk Unggulan Nusantara
Wamendes meresmikan Indonesia Villages Expo (Indovex) 2026 yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Kota Batu, Jawa Timur (Dok Yud)

ASKARA - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, A. Riza Patria, mendorong potensi serta produk unggulan desa di Indonesia agar mampu bersaing dan menembus pasar internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekonomi desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), peningkatan produktivitas, hingga perluasan akses pasar dan investasi.

Hal tersebut disampaikan Riza Patria saat menghadiri sekaligus meresmikan Indonesia Villages Expo (Indovex) 2026 yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Kota Batu, Jawa Timur.

Menurutnya, pengembangan potensi desa perlu terus didukung agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Kita ingin produk desa naik kelas, BUM Desa semakin profesional, pasar semakin luas, dan pendapatan masyarakat semakin meningkat," ujarnya.

Indovex 2026 yang untuk pertama kalinya digelar ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan potensi desa dengan peluang usaha dan investasi. Ajang tersebut juga membuka ruang kolaborasi antara BUM Desa dengan investor, produsen dengan pembeli, serta inovasi desa dengan kebutuhan pasar.

Riza mencontohkan sejumlah produk unggulan daerah yang telah berhasil menembus pasar internasional. Di antaranya produk kerajinan dari Blitar, gula aren dari Pacitan, hingga buah manggis asal Tasikmalaya yang telah diterima pasar Mesir.

"Kita patut bangga ketika produk kerajinan dari Blitar dan gula aren dari Pacitan mampu menjangkau pasar internasional atau buah manggis dari Tasikmalaya masuk dan diterima Mesir. Ini menunjukkan tantangan geografis tidak membatasi cita-cita masyarakat desa untuk terus maju dan berkembang," ungkapnya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Indovex 2026 menghadirkan berbagai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dari desa-desa di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Batu Nurrochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Batu. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto, yang mewakili Gubernur Jawa Timur.

Tercatat sebanyak 90 stan desa dan BUM Desa dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam pameran tersebut. Kota Batu sebagai tuan rumah juga menghadirkan 19 stan desa untuk memeriahkan kegiatan.

Selain itu, Indovex 2026 diramaikan stan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Perum Bulog, Gallery 24 Pegadaian, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta 30 stan Kuldesak (Kuliner Desa Kreatif). Panggung hiburan juga menjadi bagian dari rangkaian acara.

Direktur PT Kinarya Cipta Kreasi sekaligus Ketua Panitia Indovex 2026, Windhu Widjaya, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran produk desa, tetapi juga dilengkapi sejumlah agenda untuk meningkatkan kapasitas dan literasi masyarakat desa.

Berbagai kegiatan tersebut meliputi seminar, coaching clinic, workshop, serta meeting and matching business yang diharapkan dapat memperkuat wawasan sekaligus membuka peluang kerja sama dan pengembangan usaha desa.

Melalui penyelenggaraan Indovex 2026, potensi desa diharapkan semakin dikenal luas, memiliki akses pasar yang lebih terbuka, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Editor: Caecilia Eersta