Selasa, 03 November 2026 | 10:06
NEWS

Paus Leo XIV di Hari Arwah: Kasih Tak Terputus oleh Kematian

Paus Leo XIV di Hari Arwah: Kasih Tak Terputus oleh Kematian
Paus Leo XIV berdoa di makam Campo Verano saat pimpin Misa Hari Arwah (Dok Vatikan)

ASKARA - Paus Leo XIV mengajak umat Katolik untuk terus mendoakan keluarga, sahabat, dan seluruh umat beriman yang telah meninggal dunia. Ia menegaskan bahwa dalam iman kepada Kristus, hubungan dengan mereka yang telah berpulang tidak terputus, melainkan mengalami perubahan dalam pengharapan akan kehidupan kekal.

Pesan tersebut disampaikan Paus Leo XIV saat memimpin Misa Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (Commemoration of All Souls’ Day) di Pemakaman Campo Verano, Roma, Senin (2/11/2026).

Dalam homilinya, Paus menghubungkan peringatan Hari Arwah dengan Hari Raya Semua Orang Kudus yang dirayakan Gereja Katolik setiap 1 November. Menurutnya, perayaan tersebut memberikan arah bagi doa umat agar semua jiwa yang telah meninggal dunia memperoleh kepenuhan hidup dalam hadirat Allah.

"Kita berpaling kepada Bapa di surga," ungkap Paus, seraya mengajak umat memohon agar kehidupan kekudusan dan kebahagiaan kekal yang telah dinikmati banyak putra-putri Allah juga melingkupi jiwa-jiwa yang telah beristirahat dalam damai.

Paus Leo XIV mengingatkan bahwa Kitab Suci memberikan janji keselamatan bagi orang-orang benar. Tidak ada penderitaan yang akan menyentuh mereka karena Allah senantiasa memegang dan memelihara mereka dalam kasih-Nya untuk selama-lamanya.

Dalam terang iman tersebut, doa bagi arwah bukan sekadar mengenang orang-orang yang telah meninggal, melainkan juga ungkapan kasih dan pengharapan bahwa mereka akan menikmati persekutuan hidup kekal yang dijanjikan Allah.

Paus kemudian mengajak umat merenungkan Sabda Bahagia dalam Injil. Ia menyebut Sabda Bahagia sebagai gambaran diri Yesus yang ditawarkan kepada para murid sekaligus jalan menuju kehidupan yang penuh makna, baik di dunia sekarang maupun dalam keabadian.

Secara khusus, Paus menyoroti sabda Yesus, "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur."

Menurutnya, doa Hari Arwah juga harus merangkul mereka yang baru kehilangan orang-orang terkasih. Perhatian khusus diberikan kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat kekerasan perang yang tidak masuk akal.

Paus berharap air mata mereka yang berduka dapat menyentuh hati nurani orang-orang yang memiliki kekuasaan untuk menghentikan peperangan dan membungkam senjata.

Dalam bagian akhir homilinya, Paus Leo XIV mengutip ungkapan Santo Fransiskus dari Assisi dalam Kidung Segala Makhluk tentang Saudari Maut Jasmani. Santo Fransiskus mengingatkan bahwa kematian merupakan bagian dari perjalanan setiap manusia, tetapi mereka yang meninggal dalam kehendak Allah tidak perlu takut terhadap kematian kedua.

Pesan tersebut mengajak umat untuk memandang kematian bukan semata-mata sebagai akhir kehidupan, melainkan dalam terang iman akan kebangkitan Kristus dan janji kehidupan kekal.

Bagi Gereja Katolik, Hari Arwah menjadi momentum untuk mengenang mereka yang telah mendahului kita, mendoakan jiwa-jiwa mereka, serta memperbarui pengharapan bahwa kasih Allah melampaui batas kehidupan dan kematian.

Sebab, sebagaimana ditegaskan Paus Leo XIV, dalam iman kepada Kristus, ikatan kasih dengan mereka yang telah meninggal tidak pernah benar-benar terputus. Ikatan itu diubah dalam pengharapan akan persekutuan abadi bersama Allah.

Kematian memisahkan perjumpaan di dunia, tetapi iman dan kasih tetap mempersatukan dalam pengharapan akan kehidupan kekal.

 

Editor: Dar Edi Yoga