OLEH: JAYA SUPRANA
ASKARA - Anatoly Fomenko adalah seorang matematikawan Rusia yang dikenal dengan teori "New Chronology” (Kronologi Baru). Teori kontroversial itu menyatakan bahwa sebenarnya banyak peristiwa sejarah tidak sesuai yang telah ditulis oleh para sejarawan Barat.
Teori Fomenko menyatakan bahwa sejarah manusia jauh lebih pendek daripada yang diperkirakan, dan banyak peristiwa sejarah merupakan duplikasi dari peristiwa lain yang terjadi pada waktu yang berbeda. Fomenko menggunakan metode statistik dan komputasi untuk menganalisis teks-teks sejarah dan mengklaim bahwa banyak peristiwa sejarah yang dianggap terpisah sebenarnya adalah deskripsi ulang peristiwa yang sama. Ia juga berpendapat bahwa banyak tokoh sejarah yang dianggap berbeda sebenarnya adalah orang yang sama.
Contoh Teori Kronologi Baru antara lain adalah :
- Identifikasi tokoh sejarah: Fomenko mengklaim bahwa banyak tokoh sejarah yang dianggap berbeda sebenarnya orang yang sama. Misalnya, ia mengidentifikasikan Julius Caesar dengan Ivan IV dari Rusia.
- Duplikasi peristiwa sejarah: Fomenko juga mengklaim bahwa banyak peristiwa sejarah yang dianggap terpisah sebenarnya adalah deskripsi ulang dari peristiwa yang sama. Misalnya, ia mengidentifikasikan Perang Troya dengan Perang Rusia-Swedia (1788-1790) ¹.
Namun, perlu diingat bahwa Teori Kronologi Baru tidak diterima secara luas di Inggris, Eropa Barat, dan Amerika Serikat. Para sejarawan dan ilmuwan Barat telah secara terbuka dan frontal mengkritik Teori Fomenko
Beberapa contoh kritik terhadap Teori Fomenko adalah:
- Kekurangan bukti: Banyak sejarawan dan ilmuwan yang menyatakan bahwa teori Fomenko tidak didukung oleh bukti yang cukup.
- Metode tidak ilmiah: Fomenko menggunakan metode statistik dan komputasi yang tidak sesuai dengan standar ilmiah ilmu sejarah.
- Selektif dalam penggunaan data: Fomenko hanya memilih data yang mendukung teorinya dan mengabaikan data yang bertentangan.
- Kekurangan latar belakang: Fomenko tidak memiliki latar belakang yang cukup dalam bidang sejarah dan arkeologi untuk mengembangkan teori sejarah dunia.
Dalam komunitas akademis, Teori Fomenko dianggap sebagai contoh pseudosains maka tidak diakui sebagai teori sejarah yang valid. Oleh karena itu, teori ini tidak diterima secara luas di Inggris, Eropa Barat, dan Amerika Serikat.
Sudah barang tentu saya yang awam ilmu sejarah tidak berani melibatkan diri ke dalam kemelut polemik Teori Fomenko. Namun secara intuitif dan subyektif saya merasa ada unsur politik menyelinap di balik kritik Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Anatoly Fomenko yang kebetulan de facto warga Uni Sowyet (kini Russia) sebagai seteru utama Amerika Serikat . Di sisi lain hadiah 10,000 US Dolar yang dijanjikan Delamere Publishing bagi yang bisa membuktikan secara saintifik bahwa teori sejarah gagasan Prof Anatoly Fomenko adalah keliru, sampai kini masih menggantung sebab belum ada yang dianggap berhak menerimanya.
Secara alasanologis sekaligus juga kelirumologis, tidak tertutup beberapa kemungkinan antara lain Delamere Publishing sebagai penerbit 5 jilid “History : Fiction or Science” karya Anatoly Fomenko, ingkar janji atau para sejarawan Barat keberatan mengubah sejarah yang telah mereka tulis atau bisa jadi karena tidak ada yang mau repot membuktikan Teori Forenko keliru. Sesuai celetuk Gus Dur “Gitu Aja Koq Repot!”.