ASKARA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak main-main dalam mengakselerasi transformasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejalan dengan Asta Cita ke-7 pemerintahan Presiden, BKN menegaskan komitmennya mengawal prioritas pembangunan nasional melalui reformasi birokrasi berbasis meritokrasi, reformasi manajemen ASN, dan pemerintahan digital.
Dikutip dari IG bkngoidofficial, Jum'at (23/10), langkah ini bukan sekadar jargon. BKN memaparkan capaian kinerja periode 2025-2026 dengan angka yang fantastis.
Fokus pertama: Ketahanan Pangan.
BKN secara resmi mendukung pengalihan status 38.313 ASN Penyuluh Pertanian yang kini ditempatkan langsung di bawah Kementerian Pertanian. Langkah ini diambil untuk memperkuat ujung tombak swasembada pangan di lapangan.
Fokus kedua: Program Makan Bergizi Gratis.
Program unggulan Presiden ini mendapat sokongan SDM jumbo. BKN mencatat telah menyediakan 33.647 ASN untuk Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka inilah yang akan menjadi motor penggerak program makan bergizi di seluruh Indonesia.
Fokus ketiga: Revolusi Pendidikan.
BKN menyiapkan tulang punggung untuk dua program pendidikan prioritas:
• Sekolah Rakyat: Disokong oleh 11.758 ASN yang terdiri dari 167 Kepala Sekolah, 4.613 Guru, dan 6.978 Tenaga Kependidikan.
• Sekolah Unggul Garuda: Pengadaan khusus sebanyak 42 Guru dan 24 Kepala Sekolah terbaik untuk mencetak generasi emas.
Fokus keempat: Kesehatan Masyarakat.
Di sektor paling vital, BKN mengelola 648.847 ASN Tenaga Kesehatan yang terdiri dari dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Jumlah ini menjadi bukti keseriusan negara dalam menjamin layanan kesehatan merata.
Fokus kelima: Ekonomi Kerakyatan yang Paling Mengejutkan.
BKN turut turun tangan dalam seleksi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Hasilnya? Sebanyak 33.783 calon manajer dinyatakan lulus seleksi. Mereka diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa dan pesisir.
"Melalui pemenuhan sumber daya manusia aparatur yang sesuai kebutuhan, BKN terus mengawal prioritas presiden demi terwujudnya Indonesia yang maju," demikian penutup dalam laporan resmi BKN.
Dengan total hampir 800 ribu ASN yang dikelola dan diseleksi untuk program prioritas, transformasi yang dilakukan BKN di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh ini menandakan bahwa reformasi birokrasi bukan lagi sekadar di atas kertas, melainkan sudah menyentuh langsung ke sawah, sekolah, puskesmas, hingga koperasi desa.