ASKARA-Pemerintah kembali diingatkan untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat dan perlindungan satwa liar dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Demikian ditegaskan anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina, dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya memadamkan api. "Pemerintah juga harus melindungi warga dari paparan asap serta menyelamatkan habitat satwa liar. Yang terbakar bukan hanya pohon dan lahan. Ada habitat yang hilang, sumber pakan yang musnah, dan satwa liar yang kehilangan ruang hidupnya,” ujar Selly.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII itu menjelaskan bahwa karhutla mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, dan merusak ekosistem, termasuk memusnahkan sumber pangan satwa serta memaksa satwa liar mencari perlindungan hingga ke kawasan permukiman.
Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah memetakan kawasan ekologis yang rentan, menyelamatkan satwa terdampak, dan memulihkan habitat setelah kebakaran.
Dia juga mendesak pemerintah menyediakan layanan kesehatan bagi warga yang terpapar asap serta memastikan evakuasi masyarakat di kawasan berbahaya.
“Warga yang terpapar asap membutuhkan layanan kesehatan, kelompok rentan membutuhkan perlindungan, dan masyarakat di kawasan berbahaya membutuhkan kepastian evakuasi. Itu kewajiban negara,” katanya.
Selly menegaskan bahwa pemerintah pusat harus meningkatkan bantuan sesuai kebutuhan daerah tanpa menjadikan penetapan status bencana nasional sebagai penghalang penanganan karhutla. (dry)