ASKARA - Di tengah teriknya matahari dan panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di Tabanan, Bali, sebuah aksi sederhana menghadirkan kesejukan bagi masyarakat.
Keterlambatan pasokan BBM yang datang dari Jawa membuat antrean kendaraan mengular, sejak Senin (12/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026). Warga harus menunggu lebih lama di bawah cuaca panas untuk mendapatkan bahan bakar.
Namun, di tengah situasi tersebut, masih ada tangan yang tergerak untuk berbagi.
Pemilik Toko Furniture 98 memilih melakukan sesuatu yang sederhana tetapi berarti. Ia membagikan minuman dingin kepada masyarakat yang sedang mengantre BBM.
Satu per satu minuman dibagikan kepada warga yang terlihat kepanasan setelah cukup lama berada dalam antrean. Bukan persoalan besar kecilnya pemberian, tetapi kepedulian di saat orang lain sedang membutuhkan.
Di tengah panas yang menyengat, sebotol minuman dingin menjadi lebih dari sekadar pelepas dahaga. Ia menjadi tanda bahwa di tengah kesulitan, masih ada orang yang memilih untuk peduli.
Antrean BBM memang belum serta-merta terurai dengan adanya bantuan tersebut. Namun, perhatian kecil itu setidaknya membuat mereka yang sedang menunggu merasa tidak sendirian menghadapi situasi yang tidak mudah.
Kebaikan terkadang memang tidak membutuhkan banyak kata. Cukup melihat orang lain kepanasan, lalu tergerak untuk memberikan sesuatu yang bisa membuat mereka sedikit lebih nyaman.
Di Tabanan sejak Senin hingga Selasa, kepedulian hadir dalam bentuk sederhana, minuman dingin di tengah panas, untuk mereka yang sedang sabar menunggu.