Sabtu, 19 September 2026 | 22:33
NEWS

Jenazah Sopir Korban Penembakan OPM Dipulangkan ke Tanah Toraja

Jenazah Sopir Korban Penembakan OPM Dipulangkan ke Tanah Toraja
Jenazah Aris Sanda (41), sopir angkutan masyarakat yang menjadi korban penembakan dan pembakaran kendaraan di kawasan Habema dipulangkan ke Toraja (Dok Panca)

ASKARA - Tangis keluarga mengiringi kepulangan jenazah Aris Sanda (41), sopir angkutan masyarakat yang menjadi korban penembakan dan pembakaran kendaraan di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Jenazah Aris dipulangkan ke kampung halamannya di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026), dengan pengawalan aparat keamanan.

Dari Wamena, jenazah bersama keluarga diberangkatkan menuju Sentani sekitar pukul 10.00 WIT. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui penerbangan menuju Makassar sekitar pukul 12.00 WIT, sebelum diteruskan melalui jalur darat menuju Tanah Toraja.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan proses evakuasi hingga pemulangan keluarga korban dilakukan secara bertahap.

“Sebelumnya, istri korban AS dijemput oleh rekan-rekan TNI menggunakan helikopter dari kediamannya di Lugah untuk dibawa ke Wamena. Setelah bertemu dengan keluarga, proses pemulangan jenazah kemudian dilanjutkan menuju Sentani dan selanjutnya ke Makassar,” ujar Yusuf dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Aris dikenal sebagai sopir angkutan masyarakat yang melayani mobilitas warga di wilayah Papua Pegunungan. Selain mengangkut penumpang, aktivitasnya juga berkaitan dengan distribusi logistik dan kebutuhan pokok menuju kawasan pedalaman.

Namun, perjalanan yang selama ini menjadi bagian dari penghidupan masyarakat itu berakhir tragis.

Peristiwa penembakan terjadi pada Rabu (16/9/2026) di jalur Wamena-Mbua. Kendaraan yang digunakan Aris juga dilaporkan dibakar.

Aparat menyebut insiden tersebut dilakukan kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pihak yang bertanggung jawab masih dalam pengejaran dan penyelidikan aparat.

Seiring pemulangan jenazah, aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terus melakukan pencarian terhadap kelompok yang diduga terlibat.

“Kami tetap tidak tinggal diam dan tidak mengenal lelah untuk terus melakukan pengejaran dan pencarian terhadap para pelaku yang telah melakukan tindakan keji tersebut,” tegas Yusuf.

Bagi keluarga, perjalanan panjang dari Papua Pegunungan menuju Tanah Toraja bukan lagi sekadar perpindahan tempat. Itu menjadi perjalanan terakhir Aris untuk kembali ke tanah kelahirannya.

Sementara bagi aparat, pengejaran terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab terus dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan seorang sopir angkutan masyarakat kehilangan nyawa di tengah tugasnya melayani warga dan membawa kebutuhan ke pedalaman.

Proses pemulangan pun menjadi bagian dari penanganan insiden, sementara penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat masih berlanjut.

 

Komentar