Di Tengah Perjuangan Melawan Penyakit, Haji Robert Hadir Membawa Harapan
ASKARA - Penyakit berat tidak hanya menguji ketahanan tubuh seseorang. Ia juga menguji kekuatan keluarga, menguras tabungan, mengubah rutinitas, bahkan mengguncang harapan. Di tengah perjuangan panjang itu, kehadiran orang yang peduli bisa menjadi penguat yang tak ternilai.
Bagi pasien yang harus menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman, beban itu terasa berlipat. Ada biaya perjalanan, kebutuhan perawatan, kecemasan keluarga, dan ketidakpastian tentang hari esok. Dalam situasi seperti ini, bantuan bukan sekadar soal materi. Ia adalah pesan bahwa masih ada tangan yang terulur, masih ada sesama yang bersedia menemani.
Di sinilah kepedulian Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Haji Romo Nitiyudo Wachjo atau Haji Robert, menemukan maknanya. Melalui Tim NHM Peduli, bantuan dan pendampingan diberikan kepada masyarakat yang menghadapi penyakit serius, termasuk mereka yang harus berobat ke luar daerah.
Haji Robert memandang bantuan kepada warga yang sakit sebagai wujud kasih sayang kepada sesama sekaligus amanah dari Allah SWT. Baginya, pertolongan diberikan sesuai kemampuan, tetapi kepedulian tidak semestinya menunggu seseorang memiliki segalanya.
"Ketika ada warga yang mengalami penyakit berat dan membutuhkan pertolongan, sudah sepatutnya dibantu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki," ujar Haji Robert, belum lama ini.
Pernyataan itu mengandung pesan kemanusiaan yang sederhana, tetapi mendalam, ketika seseorang sedang berada dalam keadaan paling rentan, kepedulian tidak boleh berhenti pada rasa iba. Ia perlu diwujudkan menjadi tindakan nyata.
Data NHM Peduli per 2 September 2026 mencatat 27 pasien telah mendapatkan bantuan dan pendampingan. Sebanyak 16 pasien berada di Jakarta, tujuh di Manado, tiga di Ternate, dan satu di Tobelo. Mereka menghadapi beragam penyakit serius, mulai dari penyakit jantung, kanker, tumor, leukemia, spina bifida, stroke, hingga meningitis TB.
Angka 27 mungkin terlihat sederhana dalam sebuah laporan. Namun, di baliknya ada 27 perjuangan hidup, keluarga yang menunggu kabar, dan harapan yang terus dipelihara. Ada pasien jantung anak yang harus menjalani perawatan, ada penderita kanker yang berjuang melewati hari-hari berat, serta keluarga yang harus bertahan di tengah ketidakpastian.
Pendampingan NHM Peduli, dengan dukungan dokter dr. Hi. Syamsul Bahri Hi. Idris dan jajaran tim lainnya, menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan pasien memperoleh perhatian selama proses pengobatan. Komunikasi dengan keluarga, koordinasi kebutuhan medis, hingga pendampingan pasien menjadi wujud kepedulian yang melampaui pemberian bantuan sesaat.
Tentu, bantuan sosial tidak menggantikan peran tenaga kesehatan, rumah sakit, maupun tanggung jawab negara dalam menjamin akses layanan kesehatan. Namun, kepedulian masyarakat dan dunia usaha dapat menjadi jembatan penting, terutama bagi mereka yang menghadapi keterbatasan dan harus menempuh perjalanan panjang demi kesembuhan.
Apa yang dilakukan NHM Peduli juga mengingatkan bahwa ukuran kepedulian bukan semata besarnya bantuan, melainkan kesungguhan untuk hadir ketika sesama membutuhkan. Sebab, bagi keluarga yang sedang berjuang menghadapi penyakit berat, perhatian yang konsisten dapat menjadi kekuatan untuk bertahan.
Pada akhirnya, kemanusiaan tidak selalu hadir dalam tindakan besar yang gemerlap. Terkadang, ia tumbuh dalam kesediaan menemani orang sakit, membantu keluarga yang kebingungan, atau memastikan seseorang tidak kehilangan harapan di tengah perjuangan.
Kepedulian Haji Robert dan Tim NHM Peduli menjadi pengingat bahwa rezeki dapat menemukan makna terdalamnya ketika dibagikan. Dan bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit, uluran tangan itu bukan hanya bantuan, melainkan harapan bahwa mereka tidak sendiri.

Komentar