Sabtu, 12 September 2026 | 11:10
LIFESTYLE

Pengusaha Menangis Haru, Cairan di Paru Disebut Sudah Bersih

Pengusaha Menangis Haru, Cairan di Paru Disebut Sudah Bersih
Ilustrasi Om Piet dengan pasien (Dok Askara)

ASKARA - Air mata seorang pengusaha berusia sekitar 60 tahun tak terbendung ketika menyampaikan kabar hasil pemeriksaan kesehatannya kepada Pieter Dasion, yang akrab disapa Om Piet.

Pria yang disebut Om Har itu datang ke sebuah restoran di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026). Berbeda dengan dua pekan sebelumnya ketika ia masih harus dipapah istrinya, kali ini Om Har berjalan tegap memasuki ruangan tempat Om Piet memberikan terapi.

Setelah duduk dan menggenggam kedua tangan Om Piet, Om Har menundukkan kepala. Air matanya perlahan mengalir.

“Om Piet, hasil pemeriksaan dokter kemarin, cairan di paru-paru sudah bersih, sudah tidak ada,” ujar Om Har sebagaimana diceritakan Om Piet dalam catatan Indahnya Berbagi, Jumat (11/9/2026).

Tangis itu bukan sekadar kesedihan. Om Piet melihatnya sebagai luapan emosi setelah melalui masa ketika kondisi kesehatan membuat aktivitas Om Har terganggu.

Ia kemudian memanggil istrinya untuk meminta tisu. Suasana di ruangan tersebut ikut berubah haru karena sejumlah orang yang hadir menyaksikan langsung pertemuan mereka.

Om Piet teringat perjumpaan pertama dengan Om Har sekitar dua pekan sebelumnya. Saat itu, kondisi Om Har disebut jauh berbeda. Ia masih berjalan sangat pelan dan harus dipapah istrinya.

Atas saran seorang teman bisnis, Om Har kemudian mencoba menjalani terapi yang dilakukan Om Piet sebagai alternatif pendamping dari perawatan medis yang selama ini dijalaninya.

Dalam terapi tersebut, Om Piet melakukan pijatan pada telapak tangan dan sejumlah bagian tubuh. Ia mengatakan pendekatan yang dilakukannya merupakan pengalaman pribadi dan bukan pengganti pemeriksaan ataupun pengobatan dokter.

Sebelumnya, Om Har memang telah menjalani pemeriksaan dan pengobatan medis. Kondisi adanya cairan di paru-paru juga dapat memiliki berbagai penyebab medis sehingga diagnosis dan penanganannya tetap menjadi kewenangan dokter.

“Dokter punya ukuran dan pemeriksaan sendiri karena dokter yang selama ini menangani,” tulis Om Piet.

Karena itu, ketika Om Har membawa kabar mengenai hasil pemeriksaan terbarunya, Om Piet memilih menyambutnya dengan rasa syukur, tanpa menyimpulkan bahwa perubahan kondisi tersebut semata-mata disebabkan oleh terapi yang dilakukannya.

Bagi Om Har, kabar tersebut memberikan harapan baru. Ia pun mulai kembali percaya diri dan menikmati waktu bersama istrinya, termasuk makan siang di restoran tempat mereka bertemu.

Om Piet mengaku ikut terharu melihat perubahan yang diceritakan pasien tersebut.

“Saya ikut merasakan penderitaannya waktu lalu dan ikut menikmati kebahagiaannya saat ini,” tulisnya.

Ia berharap kondisi Om Har terus membaik. Namun, pertanyaan mengenai penyebab cairan di paru-paru dan faktor yang membuat kondisi tersebut membaik tetap perlu dijawab melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh.

Bagi Om Piet, kisah Om Har menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi persoalan kesehatan, harapan dan ikhtiar perlu berjalan bersama.

Om Piet sendiri berlatar belakang pendidikan teknik dari Universitas Indonesia dan pernah berkarier di lingkungan Kompas Gramedia Group sebelum pensiun pada 2019. Sejak 2011, ia menekuni terapi pijat acupressure dan kerap membantu orang yang datang dengan berbagai keluhan kesehatan.

Ia menegaskan bahwa pengalaman yang dibagikannya merupakan kisah dan testimoni pribadi. Terapi pijat tidak dimaksudkan menggantikan diagnosis, obat, tindakan dokter, maupun pemeriksaan medis.

“Semoga kesehatan Om Har terus membaik. Sampai jumpa Kamis depan,” tulis Om Piet.

Kisah tersebut kemudian ditutupnya dengan pesan sederhana: kesehatan adalah sesuatu yang patut disyukuri, sementara setiap ikhtiar menuju kesembuhan perlu dilakukan dengan penuh harapan dan tanggung jawab.

 

Komentar