Indahnya Berbagi
Om Piet Ceritakan Gula Darah Pasien Turun dari Hampir 300 Jadi 150
ASKARA - Pieter Dasion, yang biasa disapa Om Piet, membagikan cerita saat mendampingi seorang perempuan sekitar 60 tahun yang kadar gula darahnya turun dari hampir 300 menjadi sekitar 150.
Dalam catatan berjudul Indahnya Berbagi, Om Piet bercerita bahwa perempuan itu kemungkinan pertama kali bertemu dengannya sekitar tiga bulan lalu di tempat praktik terapinya di Bintaro. Saat itu, kadar gula darahnya disebut hampir menyentuh 300.
“Pak Pieter, gula darah saya sudah turun lho. Sekarang sudah 150. Semoga makin turun ya. Saya tidak minum obat, hanya menjaga pola makan, olahraga ringan, jalan kaki, berjemur, dan terapi Pak Pieter,” tulis perempuan tersebut dalam pesan yang dibagikan Om Piet.
Ia juga mengatakan, kadar gula darahnya sebelum menjalani terapi berada di kisaran 280.
“Gula darah awal sebelum terapi sama Pak Pieter kalau tidak salah 280. Puji Tuhan semakin turun. Terima kasih, Pak Pieter,” tulisnya.
Perempuan itu berencana menjalani pemeriksaan laboratorium jika kadar gula darahnya terus turun dan stabil selama tiga bulan. Namun, Om Piet mengingatkan bahwa kadar gula darah tetap perlu dipantau secara medis dan rutin.
Menurut Om Piet, terapi yang dilakukannya berupa acupressure atau refleksi di telapak tangan. Ia menyebut terapi tersebut cukup membantu berdasarkan pengalaman yang ditemuinya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pengalaman pribadi itu tidak bisa dijadikan bukti bahwa terapi alternatif dapat menggantikan pemeriksaan dan perawatan medis.
“Organ tubuh dirangsang di situ dengan energi tertentu. Selanjutnya otak memberi perintah kepada organ tersebut untuk aktif kembali,” tulis Om Piet dalam catatannya.
Ia juga berharap pankreas bisa berfungsi dengan baik dalam memproduksi insulin. Namun, kondisi pankreas dan kadar gula darah tetap perlu dipastikan lewat pemeriksaan dokter dan tes laboratorium.
Saat kembali bertemu dengan perempuan tersebut pada Rabu pekan lalu, Om Piet berpesan agar ia menjaga semua organ tubuh, termasuk jantung, ginjal, hati, dan pankreas.
“Organ tubuh itu satu kesatuan, ibarat mobil yang harus dirawat, ganti oli, setel mesin, periksa ban, dan lain-lain,” ujarnya.
Om Piet juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, memantau kadar gula darah, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pasien diabetes sebaiknya tidak menghentikan obat tanpa arahan dokter.
Menurutnya, terapi alternatif boleh dipertimbangkan sebagai pendamping untuk menjaga kebugaran, bukan sebagai pengganti diagnosis, obat, atau perawatan medis.
“Salam sehat,” tulis Om Piet dalam catatannya yang dibuat di Bekasi pada 8 September 2026.

Komentar