Hironimus Taime Ungkap Sejarah Awal Festival Danau Sentani
ASKARA - Festival Danau Sentani (FDS) memiliki sejarah panjang sebelum berkembang menjadi salah satu agenda budaya penting di Papua. Hironimus Taime mengungkapkan, dirinya merupakan penggagas sekaligus pelaksana pertama Festival Danau Sentani yang digelar di Pantai Yahim, Kabupaten Jayapura, pada 25–29 September 2004.
Menurut Hironimus, festival perdana tersebut dilaksanakan bersama Ketua Panitia Arnold Yoku, yang juga Ketua Yayasan Danau Sentani. Dalam pembukaan, pihaknya mengundang Gubernur Papua saat itu, Barnabas Suebu, SH. Namun, karena gubernur harus menerima tamu dari Belanda, pembukaan akhirnya diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Papua, Drs. L. Rumbewas, SH.
Pembukaan festival tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Ir. Frans Wospakrik, M.Si, yang merupakan mantan Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Untuk penutupan, Hironimus mengaku meminta Ketua DPRD Provinsi Papua saat itu, Drs. John Ibo, MM, untuk menutup seluruh rangkaian kegiatan. Namun, John Ibo ketika itu harus memberikan materi dalam kegiatan KNPI Papua di GOR Cenderawasih APO. Karena itu, Hironimus kemudian meminta Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Papua untuk kembali hadir dan menutup seluruh rangkaian Festival Danau Sentani perdana tersebut.
Yang menarik, kata Hironimus, penyelenggaraan festival pertama itu tidak mendapatkan dukungan pembiayaan dari pemerintah. Seluruh kebutuhan kegiatan diperoleh melalui upaya mencari dukungan dan sponsor dari pihak swasta.
"Kami melaksanakan festival tanpa dukungan biaya dari pemerintah. Saya mencari sponsor dari pihak swasta," kata Hironimus dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Dukungan sponsor tersebut kemudian digunakan untuk memberikan apresiasi kepada para peserta sebagai stimulus. Panitia menyediakan Trophy Bergilir Ketua DPRD Papua, trophy dan uang pembinaan bagi juara I, II dan III pada setiap kategori lomba, serta tabungan bagi para juara perorangan.
Setelah pelaksanaan perdana, Hironimus kemudian mengajukan proposal kerja sama kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Dalam proses tersebut, Pemerintah Provinsi Papua akhirnya memberikan ruang kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mengambil peran lebih besar karena festival dilaksanakan di wilayah Kabupaten Jayapura.
"Saya serahkan di Kantor Bupati Gunung Merah Sentani Jayapura," ujar Hironimus.
Bagi Hironimus, catatan tersebut penting untuk mengingat kembali sejarah awal Festival Danau Sentani sekaligus memberikan konteks mengenai gagasan, perjuangan dan proses yang melatarbelakangi lahirnya festival budaya tersebut di Papua.

Komentar