Kamis, 03 September 2026 | 20:19
NEWS

Perhutani dan Dusun Bambu Tanam Pohon Jaga Alam

Perhutani dan Dusun Bambu Tanam Pohon Jaga Alam
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara bersama pengelola wisata Dusun Bambu dan sejumlah pemangku kepentingan melakukan penanaman pohon di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisarua (Dok Askara)

ASKARA - Menjaga hutan tidak cukup hanya dengan kata-kata. Di kawasan wisata Dusun Bambu, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata dengan menanam pohon bersama.

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara bersama pengelola wisata Dusun Bambu dan sejumlah pemangku kepentingan melakukan penanaman pohon di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisarua, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus membangun wisata yang tetap berpijak pada keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan diikuti Wakil Administratur KPH Bandung Utara Arto Sunardi, Asisten Perhutani (Asper) Lembang Cucu Supriatna beserta jajaran, Kapolsek Cisarua Kompol Iwan Setiawan, Danramil 0924/Cisarua Kapten Endang Lusnaya bersama anggota, Kepala Desa Kertawangi, perwakilan manajemen Dusun Bambu Reni Sureni beserta jajaran, BPBD Kabupaten Bandung Barat, Ketua LMDH Layung Wana Lestari beserta anggota dan sejumlah tamu undangan.

Pohon damar, rasamala dan sejumlah tanaman endemik yang sesuai dengan karakter kawasan menjadi bagian dari tanaman yang ditanam. Bagi Perhutani, setiap pohon yang ditanam bukan sekadar penghijauan, tetapi investasi ekologis untuk menjaga kawasan tetap lestari bagi generasi mendatang.

“Penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelestarian hutan dan memperkuat fungsi ekologis kawasan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pengelolaan kawasan wisata agar tetap memperhatikan aspek lingkungan,” ujar Arto dalam keterangannya yang diterima, Rabu (2/9/2026).

Arto mengatakan, keberadaan pepohonan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan fungsi tata air. Terlebih kawasan hutan yang berdampingan dengan destinasi wisata membutuhkan perhatian bersama agar aktivitas pariwisata tidak mengorbankan kelestarian alam.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah, aparat, pengelola wisata, masyarakat dan lembaga terkait menunjukkan bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas satu pihak. Kolaborasi menjadi kunci agar kawasan hutan tetap memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Semangat yang sama disampaikan perwakilan pengelola Dusun Bambu, Stefanus Sunarjo. Ia mengapresiasi dukungan Perhutani yang telah membuka ruang kolaborasi dalam kegiatan penanaman pohon tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Bandung Utara yang telah mendukung dan menyediakan lokasi untuk kegiatan penanaman pohon ini. Melalui kegiatan ini, kami dapat bersama-sama berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam,” katanya.

Stefanus menegaskan, keberadaan kawasan wisata tidak bisa dilepaskan dari lingkungan yang menjadi daya tarik utamanya. Karena itu, menjaga hutan berarti sekaligus menjaga masa depan wisata dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

“Menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kegiatan penanaman pohon tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Perhutani KPH Bandung Utara bersama Dusun Bambu dan para pemangku kepentingan berkomitmen melanjutkan kolaborasi dalam merawat kawasan hutan dan menjaga keseimbangan antara pariwisata dengan kelestarian lingkungan.

Sebab, di tengah semakin berkembangnya wisata alam, pesan yang ingin dijaga bersama sederhana: wisata boleh tumbuh, tetapi hutan harus tetap hidup.

 

Komentar