DEMO RUU PERAMPASAN ASET
Banyak Bukti Valid, Ketua DPR Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Tanpa Pandang Bulu
ASKARA-Buntut tewasnya seorang warga Pejompongan, Jakarta Pusat dan seorang pelajar mengalami luka-luka pada aksi demonstrasi di gedung DPR pada 27 Agustus lalu, Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa berdarah tersebut.
Menurut Politisi PDI Perjuangan ini sudah cukup bukti yang valid bagi kepolisian bertindak tegas serta menyelidiki seluruh pihak maupun kelompok yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan dan pengerusakan.
"Kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas dan kita lihat apa yang terjadi. Dituntaskan dengan sebaik-baiknya,” tegas Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Seperti diketahui, insiden paska demo di depan Gedung DPR RI memakan korban jiwa seorang warga bernama Bambang Setiyawan (59) yang dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa dari lokasi kerusuhan Pejompongan.
Bahkan, seorang pemuda bernama Faturohman (18) melapor menjadi korban penganiayaan hingga menderita luka parah.
Aksi kekerasan tersebut belakangan dikaitkan dengan dugaan kehadiran massa organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya pimpinan Hercules.
Pimpinan ormas tersebut telah menyampaikan bantahan resmi atas keterlibatan mereka dalam aksi tersebut. Meski demikian, Puan mendorong Polri untuk tidak ragu menguji seluruh dugaan dan informasi di lapangan.
“Jadi kami meminta pada aparat terkait bisa menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya, dan menuntaskan masalah ini dengan bukti-bukti yang kuat. Bila memang terbukti, ya harus diselesaikan dengan tuntas,” tegas Puan.
Pihaknya menyayangkan terjadinya eskalasi kerusuhan yang berujung pada hilangnya nyawa warga. Untuk itu, dia mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menyampaikan aspirasi publik secara damai dan tertib tanpa memicu bentrokan fisik.
“Dari awal kami sudah meminta bahwa aspirasi itu supaya dilaksanakan dengan tertib dan jangan sampai kemudian terjadi keributan apalagi pengrusakan,” katanya.(dry)

Komentar