Selasa, 01 September 2026 | 05:21
NEWS

Muktamar NU Kisruh! Pendukung Gus Yusuf Jebol Pengamanan, Pemilihan Ketum NU Tertunda

Muktamar NU Kisruh! Pendukung Gus Yusuf Jebol Pengamanan, Pemilihan Ketum NU Tertunda
Pendukung Gus Yusuf jebol pengamanan (Dok Erfan)

ASKARA - Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026), semakin memanas setelah aksi sekelompok massa pendukung KH Muhammad Yusuf Khudhori atau Gus Yusuf dilaporkan menjebol barikade pengamanan.

Massa yang sebelumnya melakukan aksi orasi di sisi kanan lokasi sidang pleno atau halaman Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas kini telah berada persis di depan Gedung Serbaguna, lokasi agenda penting Muktamar ke-35 NU berlangsung.

Situasi tersebut berdampak langsung terhadap agenda pemilihan suara yang sebelumnya dijadwalkan dimulai pada pukul 13.00 WIB. Proses pemilihan terpaksa mengalami penundaan akibat aksi massa dan situasi pengamanan di sekitar lokasi yang belum kondusif.

Aksi tersebut diduga dilakukan oleh sejumlah pendukung Gus Yusuf yang menyampaikan protes terkait persoalan kelayakan pencalonan Gus Yusuf sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU.

Dengan menggunakan pengeras suara atau toa, massa menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka. Dalam orasinya, terdengar teriakan “zalim, zalim, zalim” yang menjadi bentuk protes terhadap proses yang sedang berlangsung.

Para peserta aksi menuntut adanya keadilan, transparansi, serta proses pengambilan keputusan yang menghasilkan mufakat secara baik. Mereka menilai seluruh proses Muktamar harus dijalankan secara terbuka dan tidak semata-mata mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu.

Sampaikan Tujuh Tuntutan

Dalam aksi tersebut, kader muda Nahdlatul Ulama (NU) menyampaikan tujuh tuntutan terkait pencalonan KH Muhammad Yusuf Khudhori atau Gus Yusuf.

Mereka meminta aturan organisasi, termasuk Peraturan Perkumpulan (Perkum), tidak digunakan untuk menghalangi pencalonan Gus Yusuf secara sepihak dan diskriminatif.

Pertama, mereka menolak penggunaan Perkum sebagai alat untuk menghalangi pencalonan Gus Yusuf secara sepihak dan diskriminatif.

Kedua, mereka menegaskan Perkum harus menjadi instrumen penataan organisasi, bukan alat politik untuk menyingkirkan calon tertentu dalam Muktamar NU.

Ketiga, mereka mendesak panitia dan seluruh jajaran PBNU menerapkan aturan secara adil, terbuka, dan konsisten. Mereka meminta agar aturan tidak berlaku surut atau ditafsirkan berdasarkan kepentingan kelompok tertentu.

Keempat, mereka menuntut adanya penjelasan resmi serta ruang klarifikasi yang setara bagi Gus Yusuf sebelum keputusan terkait kelayakan pencalonannya ditetapkan.

Kelima, mereka mengingatkan bahwa kedaulatan tertinggi organisasi berada di tangan muktamirin. Karena itu, hak PWNU, PCNU, dan PCINU dalam menentukan calon terbaik, menurut mereka, tidak boleh dibatasi melalui rekayasa administratif.

Keenam, mereka mengajak para kiai, ulama, dan seluruh peserta muktamar menjaga marwah jamiah dengan memastikan kontestasi berlangsung secara jujur dan bermartabat serta berpedoman pada AD/ART dan nilai-nilai keadilan.

Ketujuh, mereka menyerukan kepada seluruh nahdliyin, khususnya generasi muda NU, untuk mengawal jalannya muktamar secara kritis, damai, dan konstitusional. Mereka menegaskan tidak boleh ada calon yang dijegal maupun aspirasi yang dibungkam.

“Sepakat?” seru salah seorang perwakilan massa.

Seruan tersebut langsung disambut peserta aksi dengan jawaban, “Sepakat!”

Perwakilan kader muda NU kemudian meminta panitia dan pihak yang bertanggung jawab dalam Muktamar ke-35 NU segera memberikan respons terhadap tujuh tuntutan tersebut.

“Sahabat-sahabat, itu adalah tujuh tuntutan kami. Kami atas nama kader muda Nahdlatul Ulama di seluruh lapisan Indonesia. Tuntutan kami, mohon untuk direspons panitia, mohon direspons yang bertanggung jawab di muktamar ini,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya memberikan waktu kepada panitia dan pihak terkait untuk memberikan respons.

“Kami akan break sebentar untuk salat beberapa menit lagi. Kalau tidak ada itikad baik,” lanjutnya.

Situasi Sempat Memanas

Sebelum massa berada di depan Gedung Serbaguna, situasi di sekitar lokasi aksi sempat memanas. Berdasarkan informasi di lapangan, diduga terjadi insiden kekerasan yang melibatkan sejumlah pendukung massa dengan petugas pengamanan Banser.

Disebutkan, sempat terjadi aksi pemukulan terhadap petugas pengamanan. Situasi tersebut kemudian dilerai oleh petugas keamanan lainnya.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan massa kemudian berhasil menjebol barikade pengamanan dan bergerak hingga berada persis di depan Gedung Serbaguna.

Kondisi tersebut membuat agenda pemilihan suara yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

Persoalan Pencalonan Gus Yusuf

Aksi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan status Gus Yusuf dalam pencalonannya sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Sebelumnya, Gus Yusuf diketahui pernah menjabat atau terlibat dalam kepengurusan partai politik. Menjelang pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU, ia disebut telah mengundurkan diri dari jabatan tersebut sekitar delapan bulan sebelumnya.

Namun, status tersebut kemudian menjadi sorotan karena dinilai oleh pihak tertentu belum memenuhi persyaratan sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Perbedaan pandangan mengenai aturan dan persyaratan pencalonan tersebut kemudian memicu protes dari kalangan pendukung Gus Yusuf.

Hingga berita ini ditulis, situasi di sekitar Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas masih menjadi perhatian. Sementara itu, agenda pemilihan suara dalam Muktamar ke-35 NU masih menunggu perkembangan situasi dan belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang sebelumnya ditetapkan.

 

Komentar