Prof. Rokhmin Dahuri Ingatkan Golden Age Islam Akan Kembali Jika Umat Kembali Kaffah
ASKARA - Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menyampaikan tausiyah yang sangat mendalam dan menggugah tentang rahasia kejayaan dan keterpurukan umat Islam berdasarkan Al-Qur'an Surat An-Nur ayat 54 hingga 57.
Dalam tausiyahnya, Prof. Rokhmin mengawali dengan membacakan empat ayat kunci yang menjadi poros pembahasannya. "Katakanlah, Taatlah kepada Allah SWT dan Taatlah kepada Rasulullah saw. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu dapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanya menyampaikan (amanah Allah) dengan jelas" (QS. An-Nur : 54).[24]
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan (taqwa), bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan, Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatupun. Tetapi, barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik" (QS. An-Nur : 55).[24]
"Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul (Muhammad) agar kamu diberi rahmat (Allah)" (QS. An-Nur : 56).[24]
"Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat luput dari siksaan Allah di bumi, sedang tempat kembali mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan, itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS. An-Nur : 57).[24]
Menurut Anggota Komisi IV DPR RI tersebut, dari keempat ayat tersebut dapat diambil pelajaran besar (ibroh) yang sangat relevan dengan kondisi umat Islam saat ini, khususnya di Indonesia.
1. Formula Emas Kejayaan: Iman, Taqwa, dan Islam Kaffah
Prof. Rokhmin menegaskan, ketika umat Islam beriman dan bertaqwa kepada Allah serta melaksanakan Islam secara kaffah (totalitas), maka janji Allah adalah pasti: umat Islam akan hidup sukses dan bahagia di dunia dan akhirat, serta berkuasa di bumi.
"Ini bukan teori, ini fakta sejarah yang terbukti," tegas Prof. Rokhmin, dalam tausiyahnya, Senin (24/8).
Ia mencontohkan, sejak zaman Rasulullah SAW, Fathu Makkah pada abad ke-6 Masehi hingga abad ke-18 Masehi, umat Islam mengalami The Golden Age of Moslem. Pada masa keemasan itu, sekitar 2/3 wilayah dunia dikuasai oleh peradaban Islam.
Kehidupan umat Islam saat itu sangat maju, makmur, sejahtera, adil, aman dan damai. Luar biasanya, tidak ada rakyat yang miskin karena sistem zakat dan ekonomi Islam berjalan sempurna. Kehidupan umat non-Muslim pun dijamin aman dan damai di bawah perlindungan Daulah Islamiyah.
Pada masa itu pula, sains dan teknologi berkembang sangat pesat dan menjadi rujukan dunia. Prof. Rokhmin menyebut deretan ilmuwan Muslim yang menjadi bapak ilmu pengetahuan modern:
• Di bidang kedokteran: Ibnu Sina
• Matematika, Digital dan Algoritma: Ibnu Al-Khawarizmi
• Kelautan dan Geografi: Ibnu Battutah
• Optik (Optometri): Ibnu Al-Haitham
• Dirgantara / Pesawat Terbang: Ibnu Firnas (Abbas Ibn Firnas)
• Ilmu Ketatanegaraan dan Sosiologi: Ibnu Khaldun
"Semua kemajuan itu lahir karena ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Islam menjadi sistem hidup, bukan hanya ritual," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001 - 2004.
2. Akar Keterpurukan: Ketika Islam Ditinggalkan dan Sekulerisme Merajalela
Namun, lanjut Prof. Rokhmin, begitu umat Islam meninggalkan agama Islam, tidak kaffah, dan memilih jalan sekuler, maka yang terjadi adalah kebalikannya. Umat Islam menjadi tertinggal, lemah, dan dijajah oleh orang-orang kafir.
Puncak dari keterpurukan ini, menurutnya, terjadi sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah di Turki oleh Mustafa Kemal At-Taturk pada tahun 1924 M. Sejak saat itu, dunia Islam terpecah-belah menjadi negara-negara kecil yang mudah diadu domba dan dieksploitasi.
"Kita dari penguasa 2/3 dunia, menjadi yang dikuasai. Dari pusat ilmu pengetahuan, menjadi konsumen ilmu pengetahuan. Ini karena kita berpaling dari amanah QS An-Nur 54 itu," jelas pakar kelautan yang juga dikenal sebagai dai dan cendekiawan Muslim itu.
3. Potret Buram di Indonesia: Hanya 39% Umat Islam yang Sholat
Prof. Rokhmin kemudian memberikan contoh yang sangat menyentak dan kontekstual tentang kondisi umat Islam di Indonesia saat ini.
Ia mengutip data dari Kementerian Agama RI tahun 2025, bahwa umat Islam di Indonesia yang melaksanakan sholat lima waktu sehari semalam secara rutin hanya 39%.
"Padahal sholat adalah Rukun Islam kedua. Sholat adalah tiang agama," kata Ketua Dewan Pakar ICMI sambil mengutip hadits, "Ash-sholatu 'imaduddiin" (HR. Bukhari).
"Dan amalan pertama dari manusia yang pertama akan dihisab di Hari Akhir nanti adalah Sholatnya," lanjutnya mengutip hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim.
Jika tiang agamanya saja sudah rapuh, bagaimana bangunan peradaban Islam akan kokoh? Jika 61% umat Islam Indonesia saja meninggalkan sholat, bagaimana janji Allah di QS An-Nur ayat 55 tentang kekuasaan di bumi, keamanan dari ketakutan, dan kemakmuran akan datang?
Prof. Rokhmin menutup tausiyahnya dengan seruan untuk kembali kepada tiga pilar di QS An-Nur 56: Laksanakan sholat, tunaikan zakat, dan taatlah kepada Rasul, agar kita diberi rahmat Allah.
"Rahmat itu bukan hanya masuk surga, tapi juga berkuasa di bumi, aman sentosa, adil dan makmur seperti yang dijanjikan di ayat 55. Kuncinya satu: Taat. Taat kepada Allah dan Taat kepada Rasul secara kaffah, bukan setengah-setengah," pungkasnya.
Tausiyah ini menjadi pengingat keras sekaligus harapan besar, bahwa kebangkitan Islam kedua bukanlah utopia, melainkan sebuah janji Allah yang syaratnya telah sangat jelas termaktub dalam Al-Qur'an.

Komentar