Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:19
COMMUNITY

Mahasiswa Unja dan Perhutani Bersama Menjaga Hutan Bandung Utara

Mahasiswa Unja dan Perhutani Bersama Menjaga Hutan Bandung Utara
Mahasiswa Unja dan Perhutani Bandung Utara (Dok Beni)

ASKARA Menjaga hutan tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, menjadi bagian penting agar kawasan hutan tetap lestari dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Semangat itulah yang dibangun Perum Perhutani KPH Bandung Utara melalui BKPH Lembang bersama mahasiswa Universitas Jambi (Unja) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Lembah Harapan Jaya.

Kegiatan edukasi dan komunikasi sosial tentang perlindungan kawasan hutan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian masyarakat di desa penyangga hutan. Informasi kegiatan diterima pada Selasa (11/8/2026).

Pertemuan itu tidak sekadar menjadi ruang sosialisasi. Mahasiswa KKL juga diajak melihat secara langsung berbagai persoalan yang berkaitan dengan perlindungan hutan, sekaligus memahami bahwa kelestarian hutan sangat berkaitan dengan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Administratur KPH Bandung Utara melalui Kepala BKPH Lembang, Cucu Supriatna, mengatakan keterlibatan mahasiswa menjadi energi positif bagi upaya Perhutani memperluas edukasi lingkungan.

“Mahasiswa membawa pendekatan akademis dan gagasan baru. Ini menjadi nilai tambah dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan sebagai aset bersama,” ujarnya.

Menurut Cucu, kolaborasi dengan kalangan akademisi juga penting untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai bagaimana hutan dikelola dan dilindungi bersama masyarakat.

Ketua LMDH Lembah Harapan Jaya, Adi Sutriatna, menyambut positif keterlibatan mahasiswa dan Perhutani dalam kegiatan tersebut. Ia menilai perlindungan hutan akan lebih kuat apabila masyarakat sekitar ikut merasa memiliki dan terlibat secara langsung.

“LMDH siap mendukung program yang sejalan dengan pelestarian hutan. Kami berharap kolaborasi ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” katanya.

Bagi masyarakat desa penyangga, hutan bukan sekadar hamparan pepohonan. Hutan menjadi bagian dari kehidupan, sumber air, penyangga lingkungan, sekaligus ruang hidup yang harus dijaga bersama.

Karena itu, edukasi perlindungan hutan dinilai perlu dilakukan secara terus-menerus. Perhutani, masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi memiliki peran masing-masing yang dapat saling melengkapi.

Melalui kolaborasi tersebut, Perhutani berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan sekaligus membawa pesan pelestarian hutan ke tengah masyarakat.

Sebab, merawat hutan pada hari ini bukan hanya tentang menyelamatkan pohon yang berdiri sekarang, tetapi juga memastikan anak cucu kelak masih memiliki hutan, air dan lingkungan yang layak untuk kehidupan.Jika ingin, saya juga bisa membuat versi lebih tajam dengan gaya berita utama Askara, atau versi lebih menyentuh dengan angle “mahasiswa belajar dari hutan dan masyarakat belajar dari mahasiswa.”

 

Komentar