Apa yang Membuat 12 Pemuda Kaltim Lebih Siap Masuk Migas?
ASKARA – Sebanyak 12 pemuda dari sekitar wilayah operasi PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mendapat kesempatan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi Operator Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Migas.
Program yang berlangsung sejak Juli 2026 tersebut diikuti pemuda dari Kecamatan Muara Badak, Marangkayu, Anggana, Muara Jawa, dan Samboja, Kalimantan Timur. Pelatihan digelar di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas, Cepu, Jawa Tengah.
Selama pelatihan, peserta mendapat pembekalan mengenai keselamatan kerja di sektor hulu migas, pengoperasian peralatan hingga penyusunan laporan teknis. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PPSDM Migas untuk memperoleh sertifikasi yang diakui secara nasional.
Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi, mengatakan peningkatan kompetensi masyarakat sekitar wilayah operasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun sumber daya manusia lokal. Menurutnya, sertifikasi diharapkan menjadi modal nyata bagi peserta untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.
“Kompetensi yang diperoleh peserta diharapkan tidak hanya menjadi bekal memasuki dunia kerja, tetapi juga meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal,” ujar Iva.
Salah satu peserta, Dafa Fadillah, pemuda asal Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, mengaku memperoleh pengalaman dan keterampilan baru selama mengikuti program tersebut. “Kami mendapatkan banyak ilmu, keterampilan, dan relasi yang menjadi bekal berharga untuk memasuki dunia kerja,” katanya.
Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menegaskan pengembangan kapasitas generasi muda merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPPM) bidang pendidikan. Ia menyebut investasi sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang.
“Investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
Menurut Dony, program pelatihan dan sertifikasi tersebut bukan yang pertama. PHSS telah memfasilitasi lebih dari 100 sumber daya manusia lokal untuk memperoleh lisensi maupun sertifikasi kompetensi.
Program ini diharapkan memperluas peluang generasi muda di sekitar wilayah operasi agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu masuk dan berkontribusi dalam rantai industri energi serta pembangunan ekonomi daerah.
PHSS merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 9 melalui Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur. Sebagai KKKS bagi pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas, PHSS menjalankan kegiatan hulu migas sekaligus berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Bagi 12 pemuda tersebut, sertifikat K3 Migas bukan sekadar selembar dokumen. Sertifikasi menjadi tiket untuk memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang lebih terukur, sekaligus membuka peluang agar tenaga lokal semakin kuat mengambil bagian dalam industri energi di daerahnya.

Komentar