Kamis, 24 September 2026 | 18:28
COMMUNITY

Bimtek BOSP Kinerja Terbaik 2026, Guru Merauke Perkuat Literasi dan Digitalisasi

Bimtek BOSP Kinerja Terbaik 2026, Guru Merauke Perkuat Literasi dan Digitalisasi
Narasumber dan peserta Bimtek foto bersama (Dok Winona)

ASKARA - Meningkatkan mutu pendidikan di wilayah dengan tantangan geografis membutuhkan lebih dari sekadar semangat mengajar. Kompetensi guru, penguatan literasi dan numerasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bekal penting agar setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Satuan Pendidikan dan Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Terbaik 2026 yang digelar Gugus Belajar 10 di Aula SD YPPGI Gerardus Adi, Mopah Lama, Merauke, Kamis (24/9/2026).

Sebanyak 42 peserta dari tiga sekolah mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 September 2026. Ketiga sekolah tersebut yakni SD Negeri Kampung Nggolar, SD Inpres Kampung Rawa Biru, dan SD YPPGI Gerardus Adi Jati-jati.

Bimtek dibuka Sutadi, S.Pd., Pengawas III Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke. Dalam sambutannya, Sutadi mengajak para guru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran.

“Kita harus bersyukur bahwa sekolah mendapatkan reward dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan berupa BOSP Kinerja Terbaik untuk Gugus 10 ini,” ujar Sutadi.

Ia berharap seluruh peserta dapat memahami dan menyerap materi yang disampaikan para narasumber, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

Materi Bimtek meliputi tata kelola satuan pendidikan, penguatan literasi dan numerasi bagi guru dan siswa, serta penguatan digitalisasi pembelajaran. Kegiatan ini didukung Dana BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026.

Narasumber berasal dari Fasilitator Daerah, yakni dua pengawas pendidikan, Sudarmadi, S.Pd., dan Sriwiyatno, S.Pd., serta guru IT SMKN 3 Merauke, Ahmad Fauzal.

Bekal Penting bagi Guru di Wilayah Menantang

Kepala SD Negeri Kampung Nggolar, Yakub Amba Langina, S.Pd.SD., menyambut positif pelaksanaan Bimtek tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru melalui kegiatan semacam ini sangat membantu kinerja pendidik sekaligus mendorong peningkatan mutu sekolah.

Ia menilai materi teknologi informasi (IT) sangat relevan, terutama bagi guru yang bertugas di wilayah dengan medan yang cukup menantang untuk dijangkau.

“Bimtek peningkatan kapasitas guru seperti ini akan sangat membantu kinerja dan mutu guru, apalagi ada materi tentang IT. Itu penting sekali bagi kami yang berada di kampung yang medannya cukup menantang untuk dijangkau,” ungkap Yakub.

Sebagai bentuk dukungan, SD Negeri Kampung Nggolar merekomendasikan 20 guru untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Tantangan pendidikan di wilayah pedalaman juga dirasakan SD Inpres Kampung Rawa Biru yang berada di kawasan Taman Nasional Wasur.

Kepala SD Inpres Kampung Rawa Biru, Yoka Novita Letsoin, S.Pd., mengatakan Bimtek tersebut sangat bermanfaat, khususnya dalam memperkuat kemampuan guru di bidang literasi, numerasi, dan digitalisasi pembelajaran.

Sebanyak sembilan guru kelas dari sekolahnya dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Yoka mengaku menikmati pengabdiannya sebagai guru. Namun, selama bertugas, ia menghadapi tantangan dalam membangun kesadaran orang tua mengenai pentingnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah.

Menurutnya, masih ada orang tua yang membawa anak-anak mereka ke dusun ketika harus menjalankan aktivitas di sana. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak.

SD Inpres Kampung Rawa Biru saat ini memiliki 48 siswa kelas I hingga VI. Selain itu, terdapat 33 siswa kategori kelas jauh di Kampung Yakyu, wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG).

Kondisi tersebut menggambarkan betapa pentingnya peningkatan kapasitas guru agar layanan pendidikan tetap berjalan di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis.

Guru Bermutu, Anak Didik Berkualitas

Sebagai tuan rumah kegiatan, Kepala SD YPPGI Gerardus Adi Jati-jati, Akulince Boma, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya karena sekolah yang dipimpinnya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Bimtek BOSP Kinerja Terbaik 2026.

Sebanyak 23 guru dari SD YPPGI Gerardus Adi Jati-jati mengikuti kegiatan tersebut.

“Bersyukur sekolah kami menjadi tempat Bimtek BOSP Kinerja Terbaik 2026 ini, dan kami menyertakan sebanyak 23 orang guru mengikuti Bimtek, biar mereka tambah pintar,” ujar Akulince.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para kepala sekolah dan guru untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta memperkuat hubungan meski berasal dari gugus yang berbeda.

Menurut Akulince, SD Inpres Kampung Rawa Biru berada di Gugus 2 wilayah perbatasan RI-PNG, sementara dua sekolah lainnya berada di wilayah Gugus 3.

Di tengah antusiasme peserta mengikuti materi, Akulince berharap Bimtek tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.

“Prinsipnya, selain kami dapat ilmu untuk meningkatkan pelayanan kami, kami juga selalu konsisten memberikan yang terbaik bagi anak didik kami. Jika gurunya bermutu, anak didik pun pasti bermutu. Itu tekad kami,” tegasnya.

Bagi para guru di Merauke, Bimtek ini menjadi kesempatan untuk memperluas pengetahuan, memperkuat kompetensi, sekaligus membawa pulang bekal baru ke ruang-ruang kelas.

Sebab, di balik setiap upaya meningkatkan kualitas guru, ada harapan yang lebih besar: anak-anak di kampung, wilayah perbatasan, maupun pusat kota memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

 

Komentar