Jumat, 25 September 2026 | 06:57
COMMUNITY

Ijab Kabul Bersanding dengan Pemakaman Adik

Ijab Kabul Bersanding dengan Pemakaman Adik
Ilustrasi

ASKARA - Pagi itu keluarga di Lumbungkerep, Klaten, semestinya menyiapkan satu peristiwa bahagia: pernikahan seorang anak perempuan. Namun Rabu, 23 September 2026, membawa takdir berbeda. Ketika ijab kabul tetap dilangsungkan di KUA, keluarga juga menanti kepulangan Bagus Mahendra, adik pengantin yang seharusnya menjadi saksi. Ia pulang bukan untuk menghadiri pernikahan, melainkan untuk dimakamkan setelah menjadi korban KM Virgo Transport 8.

Tanggal pernikahan telah ditentukan jauh sebelum KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Bagus dan kakaknya, Danang Yuliyanto, semula direncanakan menjadi saksi. Danang akhirnya pulang sebagai korban selamat, sementara posisi Bagus digantikan anggota keluarga lain. Paman mereka, Hartanto, mengatakan pernikahan tetap dilaksanakan karena jadwal KUA telah ditetapkan. Resepsi di rumah keluarga perempuan tidak digelar.

Bagus, yang dalam data DVI tercatat berusia 20 tahun, bekerja sebagai kernet truk yang dikemudikan Danang. Kakak beradik itu menumpang KM Virgo Transport 8 dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin untuk mengirim barang. Kapal berukuran 8.540 GT tersebut bertolak pada 12 September. Sehari kemudian kapal mengalami kemiringan dan kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo.

Kesaksian Danang membuka gambaran mencekam dari dalam kapal. Ketika kapal mulai miring, ia membangunkan Bagus dan keduanya mengambil jaket pelampung. Mereka menuju pintu, tetapi belum berani melompat karena posisi kapal masih tinggi. Lampu kemudian padam dan kepanikan pecah. Danang menggenggam tangan adiknya erat-erat. Desakan penumpang memisahkan keduanya. Itulah terakhir kali ia bersama Bagus.

Danang kemudian melompat ke laut dan akhirnya diselamatkan. Bagus ditemukan meninggal masih mengenakan pelampung setelah pencarian berhari-hari. Identitasnya dipastikan Tim DVI sebelum jenazah diterbangkan dari Banjarmasin ke Semarang dan dibawa melalui perjalanan darat menuju Klaten.

Pada hari ketika keluarga melepas seorang anak perempuan memasuki kehidupan rumah tangga, mereka juga mengantar seorang anak laki-laki ke tempat peristirahatan terakhir. Jenazah Bagus disalatkan lalu dimakamkan di pemakaman Dukuh Sidorejo, sekitar 200 meter dari rumah. Sutarto, ayah Bagus, tak kuasa menahan duka hingga mengalami syok saat pemakaman.

Hingga 23 September, Tim DVI telah mengidentifikasi 14 jenazah dari 18 jenazah korban yang ditemukan. Angka itu penting dalam laporan resmi, tetapi di Lumbungkerep satu nama memperlihatkan arti sesungguhnya dari statistik kecelakaan: Bagus adalah anak, adik, kakak, pekerja, sekaligus calon saksi pernikahan yang tak pernah sampai ke meja akad.

Tragedi ini juga tak semestinya berhenti sebagai kisah pilu keluarga. KM Virgo Transport 8 adalah bagian dari sistem transportasi yang menghubungkan pulau, barang dan mata pencaharian masyarakat. Penyebab kecelakaan tetap harus diletakkan pada hasil investigasi otoritas, bukan dugaan. Kondisi kapal, stabilitas, cuaca, muatan, komunikasi darurat dan prosedur keselamatan menjadi pertanyaan yang penting dijawab agar tragedi serupa dapat dicegah.

Jasa Raharja memberikan santunan Rp50 juta kepada ahli waris Bagus. Santunan membantu keluarga menghadapi konsekuensi ekonomi, tetapi keselamatan pelayaran membutuhkan sesuatu yang lebih mendasar: pembelajaran dari setiap kecelakaan dan perbaikan yang memastikan perjalanan mencari nafkah tidak berubah menjadi perjalanan terakhir.

Di Klaten, Rabu itu akhirnya menyimpan dua peristiwa dalam satu ingatan keluarga. Seorang kakak perempuan mengucapkan ijab kabul tanpa Bagus sebagai saksi. Danang pulang membawa luka dan kenangan tentang genggaman tangan adiknya yang terlepas. Sementara orang tua mereka harus mengantar anaknya menuju makam.

Kisah Bagus mengingatkan bahwa di balik setiap angka korban kecelakaan selalu ada kehidupan yang terputus dan keluarga yang menunggu kepulangan. Bagi keluarga di Lumbungkerep, 23 September 2026 akan selalu menjadi hari ketika sebuah keluarga baru dimulai, sementara pada saat yang hampir bersamaan, seorang yang mereka cintai harus dilepaskan untuk selamanya.

Komentar