Minggu, 26 Juli 2026 | 18:36
COMMUNITY

Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 Meriah

Ribuan Warga Padati Acara, 26 Perguruan Silat Betawi dan 40 UMKM Ramaikan Perayaan

Ribuan Warga Padati Acara, 26 Perguruan Silat Betawi dan 40 UMKM Ramaikan Perayaan
Peringatan Hari Anak Nasional dalam Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 yang digelar di kawasan Pulo Besar Elok, Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara (Dok Erfan)

ASKARA – Semangat pelestarian budaya Betawi berpadu dengan kemeriahan peringatan Hari Anak Nasional dalam Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 yang digelar di kawasan Pulo Besar Elok, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/7/2026). Kegiatan yang diprakarsai Yayasan Sanggar Sinlamba Batavia tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sejak pagi hingga malam, ribuan warga memadati lokasi acara untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni budaya, pencak silat tradisional, kegiatan sosial, hiburan rakyat, hingga bazar UMKM yang menjadi daya tarik tersendiri.

Mengusung tema "Edisi Hari Anak Nasional", Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya, pembinaan karakter generasi muda, penguatan ekonomi kerakyatan, serta mempererat persatuan masyarakat melalui semangat gotong royong dan keberagaman.

Acara diawali dengan pawai budaya yang diikuti berbagai komunitas seni, sanggar budaya, dan masyarakat dengan mengenakan pakaian adat Betawi. Iringan musik tradisional, ondel-ondel, serta berbagai atraksi budaya menciptakan suasana semarak yang mengundang perhatian warga di sepanjang lokasi kegiatan.

Setelah pawai budaya, masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan, mulai dari hadroh, dongeng anak, Tari Kicir-Kicir, Tari Kreasi Ampar-Ampar Pisang, atraksi karate, palang pintu, manusia petasan, pengalungan cukin, Tari Topeng Betawi, hingga penampilan dari Sanggar Sinlamba Batavia. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan para tamu undangan, santunan kepada anak yatim, Tari Sorendo, hadroh, sholawat, atraksi debus, Gambang Kromong, penampilan Rantana Band, Gwen Musik, lomba mewarnai dalam rangka Hari Anak Nasional, layanan cek kesehatan gratis, pembagian doorprize, hingga penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian masyarakat adalah atraksi dari 26 perguruan pencak silat yang tergabung dalam Asosiasi Tradisi Silat Betawi (ASTRABI) Jakarta Utara. Para pendekar menampilkan jurus-jurus silat tradisional Betawi yang menggambarkan nilai keberanian, disiplin, persaudaraan, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

Tidak kalah menarik, adik-adik pesilat Sanggar Sinlamba Batavia dari Pusat Sunter Jaya maupun Cabang Gunung Sahari Selatan tampil penuh percaya diri memperagakan berbagai jurus dasar dan rangkaian gerakan pencak silat Betawi. Penampilan mereka mendapat tepuk tangan meriah dari para tamu undangan dan masyarakat. Kehadiran para pesilat cilik menjadi bukti nyata bahwa pembinaan generasi muda dalam melestarikan budaya Betawi terus dilakukan secara berkesinambungan.

Selain menyuguhkan pertunjukan seni budaya, Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut berpartisipasi dengan membuka stan di sepanjang Jalan Taman Elok 10, tepat di depan lokasi acara. Beragam produk dijajakan, mulai dari kuliner khas Betawi, makanan dan minuman kekinian, jajanan tradisional, fesyen, hingga produk usaha rumahan. Ramainya pengunjung yang memadati area bazar sejak pagi hingga malam memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi para pelaku UMKM sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan budaya mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Babe H. Ahmad Mukhlis selaku Pembina sekaligus Guru Besar Sanggar Sinlamba Batavia, Erfan Pratama selaku Ketua Umum Sanggar Sinlamba Batavia, Drs. H. Eman Roheman, SE selaku Pembina Sanggar Sinlamba Batavia Cabang Gunung Sahari Selatan, serta Ketua Asosiasi Tradisi Silat Betawi (ASTRABI) Jakarta Utara, Babe Ahyat, yang hadir bersama jajaran pengurus dan perwakilan dari 26 perguruan silat anggota ASTRABI Jakarta Utara.

Turut hadir Camat Tanjung Priok, Samsul Rizal Kadhafi, Sekretaris Kelurahan Sunter Jaya Hilal yang mewakili Lurah Sunter Jaya, Ketua RW 011 Ichwan Rosyid, Ketua RW 09 Fahrul Roji, LMK Kelurahan Sunter Jaya H. Sehu, Ketua RT 004/RW 011 Ajis Naung, Babinsa Kelurahan Sunter Jaya Garmin Yudha dan Apriyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sunter Jaya Sarifudin, anggota Satpol PP Kelurahan Sunter Jaya Dede Hidayat, serta Ketua Wihara Pejagalan Jakarta Utara, Fredy Wei. Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan komunitas budaya mencerminkan kuatnya sinergi dalam mendukung pelestarian budaya Betawi.

Mengawali sambutan, Ketua Panitia Pelaksana, Deni Malik, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan sukses.

"Alhamdulillah, Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 berjalan dengan lancar berkat kerja sama seluruh panitia, pemerintah, tokoh masyarakat, para pelaku seni, sponsor, mitra, dan masyarakat. Kegiatan ini kami persembahkan untuk melestarikan budaya Betawi, memberikan ruang kreativitas kepada anak-anak, menggerakkan UMKM lokal, serta mempererat kebersamaan masyarakat. Semoga kegiatan ini terus menjadi agenda budaya tahunan yang semakin besar dan membawa manfaat bagi warga Jakarta Utara," ujar Deni Malik.

Selanjutnya, Babe H. Ahmad Mukhlis selaku Pembina sekaligus Guru Besar Sanggar Sinlamba Batavia mengatakan bahwa pelestarian budaya harus dimulai dari generasi muda.

"Saya bangga melihat anak-anak tampil penuh semangat memperagakan pencak silat dan kesenian Betawi. Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga warisan budaya kita. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa budaya Betawi masih hidup dan terus berkembang. Mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikannya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman," ujar Babe H. Ahmad Mukhlis.

Dalam sambutannya, Camat Tanjung Priok, Samsul Rizal Kadhafi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menggabungkan unsur budaya, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Pemerintah Kecamatan Tanjung Priok menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Sanggar Sinlamba Batavia beserta seluruh panitia atas terselenggaranya Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2. Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya Betawi, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkreativitas, memperkuat kepedulian sosial melalui santunan anak yatim, serta menghadirkan peluang ekonomi bagi puluhan pelaku UMKM. Kolaborasi seperti ini patut terus dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang berbudaya, mandiri, dan sejahtera," ujar Samsul Rizal Kadhafi.

Sementara itu, Ketua Wihara Pejagalan Jakarta Utara, Fredy Wei, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dinilai mampu memperkuat nilai persatuan dan toleransi.

"Saya mengapresiasi seluruh panitia dan Yayasan Sanggar Sinlamba Batavia atas terselenggaranya kegiatan ini. Budaya adalah milik bersama dan mampu menjadi perekat persaudaraan di tengah keberagaman. Semoga Gebyar Budaya Sunter Jaya terus berkembang menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus melestarikan budaya Indonesia," ungkap Fredy Wei.

Kesuksesan Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain dukungan pemerintah, tokoh masyarakat, dan komunitas budaya, kegiatan ini turut didukung oleh Cimory, McDonald's, Ancol, dan Sparks sebagai official partnership yang berkolaborasi bersama Yayasan Sanggar Sinlamba Batavia dalam menghadirkan kegiatan budaya yang edukatif, inspiratif, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, tokoh masyarakat, dunia usaha, 26 perguruan silat yang tergabung dalam ASTRABI Jakarta Utara, penampilan para pesilat cilik Sanggar Sinlamba Batavia Pusat Sunter Jaya dan Cabang Gunung Sahari Selatan, serta partisipasi 40 pelaku UMKM. 

Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial. Penyelenggara berharap kegiatan ini terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang semakin besar serta menjadi ikon pelestarian budaya Betawi di Jakarta Utara.

 

Komentar