Senin, 05 Oktober 2026 | 18:17
NEWS

Bertemu Wakil PM Timor-Leste, Prof. Rokhmin Dahuri Siapkan Roadmap Ekonomi Biru Timor-Leste

Bertemu Wakil PM Timor-Leste, Prof. Rokhmin Dahuri Siapkan Roadmap Ekonomi Biru Timor-Leste
Prof Rokhmin Dahuri bertemu Wakil PM Timor-Leste, H.E. Francisco Kalbuadi Lay, di Kantor Wakil Perdana Menteri, Dili, Senin (6/10).

ASKARA – Anggota DPR RI yang juga Guru Besar Ekonomi Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS, melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, H.E. Francisco Kalbuadi Lay, di Kantor Wakil Perdana Menteri, Dili, Senin (6/10).

Francisco Kalbuadi Lay sendiri merangkap sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Timor-Leste.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri dengan Pemerintah Timor-Leste pada Juni 2026 lalu, yang menyepakati komitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar pembangunan Timor-Leste.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif selama lebih dari satu jam tersebut, kedua tokoh membahas potensi, tantangan, dan arah strategis pembangunan kelautan dan perikanan Timor-Leste.

Prof. Rokhmin memaparkan bahwa Timor-Leste memiliki modal alam yang luar biasa. Dengan garis pantai sepanjang lebih dari 700 km, berada di jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle), serta memiliki kekayaan biodiversitas laut yang termasuk tertinggi di dunia.

"Potensi Timor-Leste untuk menjadi kekuatan Ekonomi Biru di kawasan sangat besar. Namun, potret di lapangan menunjukkan masih ada kesenjangan. Produktivitas nelayan masih rendah karena armada dan alat tangkap tradisional, budidaya laut belum berkembang, infrastruktur rantai dingin (cold chain) terbatas, dan ekowisata bahari belum dikelola secara profesional dan berkelanjutan," jelas Prof. Rokhmin.

Menanggapi hal tersebut, Wakil PM Francisco Kalbuadi Lay menyampaikan harapan agar Indonesia dapat berbagi pengalaman dan best practices dalam tata kelola sektor kelautan dan perikanan yang telah terbukti berhasil.

Sebagai langkah konkret, Prof. Rokhmin Dahuri dijadwalkan akan melakukan kunjungan lapangan ke Pulau Atauro pada Selasa, 7 Oktober 2026. Pulau yang terletak 25 km di utara Dili ini dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki ekosistem terumbu karang yang masih sangat terjaga dan menjadi model ekowisata berbasis masyarakat.

"Besok saya akan turun langsung ke Atauro. Saya ingin melihat, mendengar, dan merasakan langsung kondisi lingkungan, kondisi sosial-budaya, dan denyut ekonomi masyarakat pesisir. Roadmap tidak boleh disusun di atas meja saja. Ia harus berbasis pada data lapangan dan kearifan lokal masyarakat Atauro dan Timor-Leste secara umum," tegas Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001 - 2004 tersebut.

Hasil observasi lapangan tersebut, lanjut Prof. Rokhmin, akan menjadi basis utama penyusunan Roadmap Pengembangan Kelautan dan Perikanan Timor-Leste yang komprehensif, meliputi 4 pilar: 1) Perikanan tangkap berkelanjutan, 2) Marikultur (budidaya laut), 3) Ekowisata bahari, dan 4) Industri pengolahan dan pemasaran hasil laut.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengawal penyusunan roadmap tersebut hingga dapat diimplementasikan untuk kesejahteraan masyarakat pesisir Timor-Leste.

Perkuat Diplomasi Maritim Indonesia – Timor-Leste

Menindaklanjuti arahan dan komitmen Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri pada pertemuan di bulan Juni 2026 lalu, DPP PDI Perjuangan menugaskan Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri untuk melakukan pertemuan kerja dengan Pemerintah Timor-Leste.

Penugasan tersebut direalisasikan melalui pertemuan resmi Prof. Rokhmin Dahuri dengan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, H.E. Francisco Kalbuadi Lay di Dili, Senin (06/10).

Pertemuan ini menegaskan peran aktif PDI Perjuangan dalam menjalankan diplomasi partai (party diplomacy) untuk memperkuat hubungan persaudaraan dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Timor-Leste.

"Penugasan ini adalah wujud dari politik luar negeri yang berlandaskan pada semangat gotong royong dan solidaritas antarbangsa. Ibu Mega berpesan bahwa Indonesia dan Timor-Leste adalah tetangga serumpun yang harus saling menguatkan. PDI Perjuangan hadir untuk memberikan kontribusi pemikiran dan pengalaman dalam membangun kedaulatan pangan dan ekonomi biru," ujar Prof. Rokhmin.

Ia menjelaskan, PDI Perjuangan sebagai partai yang memiliki platform pembangunan berbasis maritim, melihat sektor kelautan dan perikanan sebagai pintu masuk strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Timor-Leste sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Wakil PM Francisco Kalbuadi Lay mengapresiasi gerak cepat PDI Perjuangan dalam menindaklanjuti hasil komunikasi politik pada Juni lalu dan berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari penugasan partai yang membumi, Prof. Rokhmin tidak hanya melakukan pertemuan elit di level pemerintahan, namun juga akan turun langsung ke akar rumput. Pada Selasa, 7 Oktober 2026, ia dijadwalkan mengunjungi Pulau Atauro untuk berdialog langsung dengan komunitas nelayan dan pelaku ekowisata pesisir.

"Ini adalah ciri kerja PDI Perjuangan: dari arahan Ketua Umum, kita bawa ke meja diplomasi, lalu kita bawa turun ke lapangan untuk melihat kondisi riil rakyat. Dari Dili kita diskusikan konsep, di Atauro kita lihat faktanya. Dari sanalah rekomendasi dan roadmap yang pro-rakyat akan kita susun," pungkas Prof. Rokhmin.

Roadmap tersebut nantinya akan menjadi dokumen rekomendasi resmi dari PDI Perjuangan kepada Pemerintah Timor-Leste sebagai kontribusi konkret dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dan inklusif.

Editor: Husnie