Minggu, 26 Juli 2026 | 16:37
NEWS

Basarnas Masih Cari Nahkoda Speed Boat Hilang di Teluk Tomini

Basarnas Masih Cari Nahkoda Speed Boat Hilang di Teluk Tomini
Tim SAR tengah menyisir Teluk Tomini (Dok Basarnas)

ASKARA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan speed boat yang hilang kontak di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, memasuki hari ketiga, Minggu (26/7/2026). Tim SAR Gabungan kini memusatkan pencarian terhadap satu korban yang masih dinyatakan hilang, yakni Ferdiansyah (29), nahkoda speed boat.

Sebelumnya, pada Sabtu (25/7), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 12 penumpang dalam keadaan selamat di koordinat 0°04'18.77" LU dan 121°31'32.95" BT. Para korban ditemukan oleh Search and Rescue Unit (SRU) 3 yang menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort setelah melakukan penyisiran di jalur pelayaran yang diperkirakan dilalui kapal tersebut. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Sanctum Resort Tojo Una-Una untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Memasuki hari ketiga operasi, Basarnas kembali mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Gorontalo bergerak dari Dermaga Pantai Pohon Cinta menuju lokasi pencarian. SRU 2 menggunakan KN SAR Bhisma melaksanakan briefing sebelum menuju Tojo Una-Una untuk mengevakuasi sejumlah warga negara asing (WNA) yang selamat, kemudian melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Ampana sambil melakukan pencarian di sepanjang rute. Sementara itu, SRU 3 menggunakan speed boat Sanctum Una-Una melakukan penyisiran di area seluas 206 nautical mile persegi.

Warga negara asing yang dievakuasi KN SAR Bhisma terdiri atas Milan Kasik (Republik Ceko), Rani Permentier dan Mathijs Sercu (Belgia), Jelka Van Driesum, Hinke Van Deer, Roeland Van Driesum, serta Age Van Driesum (Belanda). Sementara tiga WNA lainnya masih berada di Tojo Una-Una, yakni Matthias Prange, Hector Fabio Prange, dan Ronny Josue Prange (Jerman), serta Celine Josette Menguy (Prancis).

Operasi SAR melibatkan personel dari Pos SAR Marisa, KN SAR Bhisma, Polairud Marisa, Polres Pohuwato, Pos Lanal Marisa, serta tim Sanctum Una-Una Dive Resort. Selama proses pencarian, tim menghadapi kendala berupa gelombang tinggi dan angin kencang. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di area pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter serta kecepatan angin berkisar 15–20 knot.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, S.Adm., mengatakan seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan memperluas area penyisiran.

"Fokus operasi hari ini adalah menemukan satu korban yang masih dalam pencarian atas nama Ferdiansyah selaku nahkoda speed boat. Kami mengoptimalkan seluruh personel dan alat utama yang tersedia dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga operasi SAR dapat diselesaikan secepatnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah memberikan dukungan. Perlu kami tegaskan pula bahwa Basarnas tidak meminta sumbangan ataupun membebankan biaya kepada pihak mana pun, terutama korban maupun keluarga korban," tegas Heriyanto.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. Basarnas menyatakan perkembangan terbaru akan disampaikan sesuai hasil pelaksanaan operasi di lapangan.

 

Komentar