Kamis, 23 Juli 2026 | 06:45
COMMUNITY

Hari Anak Indonesia Jadi Momentum Penguatan Kreativitas, Indonesia Siap Tuan Rumah SEAVFC 2027

Hari Anak Indonesia Jadi Momentum Penguatan Kreativitas, Indonesia Siap Tuan Rumah SEAVFC 2027
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra foto bersama (Dok Lisa)

ASKARA - Peringatan Hari Anak Indonesia 2026 menjadi momentum memperkuat ruang kreativitas anak melalui pemanfaatan teknologi digital yang positif. Salah satu upayanya diwujudkan lewat penyelenggaraan Southeast Asia Video Festival for Children (SEAVFC) atau Festival Video Anak ASEAN, yang akan digelar di Indonesia pada 2027.

Kepercayaan menjadi tuan rumah SEAVFC 2027 dinilai sebagai peluang strategis untuk mendorong lahirnya generasi kreatif yang mampu memanfaatkan media audiovisual sebagai sarana berekspresi sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, menyatakan pengembangan kreativitas anak sejak usia dini merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Menurutnya, kemampuan teknologi harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya melalui karya kreatif yang berdaya saing global.

"Kami mendukung penguatan kreativitas anak melalui media audiovisual sebagai bagian dari pelestarian budaya dan pembinaan talenta generasi muda Indonesia," ujarnya.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Kementerian Kebudayaan dalam penyelenggaraan sosialisasi, lokakarya, pendampingan, hingga proses kurasi karya yang melibatkan sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, dan pelaku industri kreatif di berbagai daerah.

Praktisi penyiaran sekaligus pemerhati program anak, Liza Maria, mengatakan anak-anak perlu diberi ruang lebih luas untuk mengembangkan keterampilan kreatif, seperti menulis cerita, membuat video, fotografi, penyuntingan, hingga storytelling. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bekal penting menghadapi era digital.

"Anak-anak jangan hanya menjadi penonton, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan karya positif sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia," katanya, Kamis (23/7/2026).

SEAVFC merupakan festival video anak yang digagas Anak TV Foundation Filipina sejak 2017 bertepatan dengan peringatan 50 tahun ASEAN. Festival ini menjadi wadah kolaborasi anak-anak ASEAN untuk mempererat persahabatan, memperkuat identitas budaya, serta mendorong kreativitas melalui media audiovisual.

Indonesia telah mencatat berbagai prestasi di ajang tersebut, di antaranya meraih Juara I pada SEAVFC 2024 di Malaysia melalui film Tayan Tutu Anakku Satu, serta kembali menjadi juara pada SEAVFC 2025 di Thailand lewat film Cipak Cipuk.

Mengusung tema "Hear My Voice", SEAVFC 2027 akan mengajak anak-anak menyampaikan gagasan, harapan, dan kepedulian mereka melalui karya video. Panitia menargetkan 300 hingga 400 karya dari berbagai daerah sebagai bagian dari persiapan Indonesia menjadi tuan rumah.

Melalui ajang ini, Indonesia berharap mampu membangun ekosistem yang melahirkan talenta-talenta muda di bidang videografi, animasi, penyutradaraan, penulisan naskah, hingga produksi konten digital, sekaligus memperkuat langkah menuju Indonesia Emas 2045.

 

Komentar