Bupati Merauke dan Ketua DPRK Audiensi dengan PT Pelindo Bahas Pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Merauke
ASKARA – Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze,SH,L.LM didampingi Ketua DPRK Merauke, melaksanakan audiensi bersama manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) guna membahas rencana pengembangan lokasi Pelabuhan Peti Kemas di Kabupaten Merauke serta arah pengembangan Pelabuhan Merauke sebagai pintu gerbang logistik dan pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Papua.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Merauke menyampaikan apresiasi kepada jajaran PT Pelindo yang telah menerima Pemerintah Kabupaten Merauke untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi sektor kepelabuhanan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Merauke berharap adanya solusi konkret terhadap keterbatasan kapasitas pelabuhan yang selama ini berdampak pada distribusi barang dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Bupati menjelaskan bahwa pembangunan kawasan selatan Papua harus dipersiapkan dengan visi jangka panjang. Menurutnya, berbagai proyek strategis nasional yang akan berkembang di wilayah Merauke, termasuk kawasan pertanian skala besar, industri hilirisasi, hingga pembangunan infrastruktur transportasi, membutuhkan dukungan pelabuhan yang lebih representatif dan berkapasitas besar.
“Kita harus berpikir bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga 10, 25 bahkan 50 tahun ke depan. Merauke akan berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian timur, sehingga infrastruktur pelabuhan harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan kawasan ekonomi di Papua Selatan, termasuk rencana pembangunan industri pengolahan serta penguatan sektor pangan dan energi, akan meningkatkan arus barang yang memerlukan pelayanan pelabuhan yang lebih modern dan efisien.
Selain membahas rencana jangka panjang, Bupati juga menyoroti persoalan yang saat ini dirasakan masyarakat dan pelaku usaha akibat terbatasnya kapasitas pelayanan pelabuhan. Keterlambatan bongkar muat kapal menyebabkan sejumlah komoditas kebutuhan pokok mengalami penurunan kualitas bahkan kerusakan.
“Keluhan masyarakat dan para pelaku usaha cukup banyak. Tomat yang dikirim menjadi rusak, telur mengalami kerusakan, begitu pula bawang merah dan bawang putih yang sudah bertunas ketika tiba di Merauke. Kondisi ini tentu harus segera kita carikan solusi bersama,” ungkapnya.
Bupati menawarkan beberapa alternatif lokasi pengembangan pelabuhan peti kemas yang dinilai lebih memungkinkan untuk mendukung operasional logistik sekaligus mengurangi kepadatan aktivitas di kawasan pelabuhan lama. Menurutnya, lokasi eksisting berada di kawasan yang telah berkembang sebagai pusat permukiman dan fasilitas publik sehingga diperlukan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPRK Merauke menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Merauke dalam mendorong percepatan pengembangan pelabuhan. DPRK siap memberikan dukungan melalui fungsi legislasi dan penganggaran agar pembangunan infrastruktur strategis tersebut dapat segera direalisasikan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas berbagai aspek teknis, status lahan, akses jalan, serta rencana pengembangan kawasan pelabuhan ke depan. Pemerintah Kabupaten Merauke dan PT Pelindo sepakat untuk terus memperkuat koordinasi guna menghasilkan solusi terbaik bagi pengembangan Pelabuhan Merauke sebagai pusat logistik yang mampu mendukung pembangunan Papua Selatan.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Komisi III DPRK Merauke, Inspektur Inspektorat Kabupaten Merauke, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Merauke, Kepala Bidang Aset, serta jajaran PT Pelindo.

Komentar