Mahasiswa LSPR Angkat Kampung Sinema Kebon Melati ke Panggung Perfilman
ASKARA - Semangat membangun ekosistem perfilman dari tingkat komunitas ditunjukkan mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business melalui program Lensa Sinema Melati, sebuah kolaborasi bersama Kampung Sinema Kebon Melati, Jakarta Pusat. Program ini menjadi wadah pemberdayaan generasi muda agar lebih mengenal dunia perfilman sekaligus memperkuat eksistensi komunitas kreatif berbasis film.
Program yang digagas mahasiswa konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC27-EXCL itu berlangsung selama empat bulan, mulai Mei hingga Juli 2026. Berbagai kegiatan disiapkan secara bertahap, mulai dari kampanye digital, pelatihan, kompetisi kreatif, hingga puncak acara yang digelar pada 27 Juni 2026.
Ketua Komunitas Kampung Sinema, Ade Maulana Sidik, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membuat konten digital dan memahami dasar-dasar sinematografi.
"Kami merasa sangat terbantu. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga kesempatan mengembangkan karya melalui lomba. Kehadiran modul pembelajaran dan website Kampung Sinema juga menjadi aset penting bagi pengembangan komunitas ke depan," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Sebelum memasuki acara puncak, peserta yang berasal dari Karang Taruna Kampung Sinema dan siswa SMKN 38 Jakarta mengikuti berbagai pelatihan mengenai storytelling, produksi konten digital, hingga teknik sinematografi. Sebanyak 30 peserta terlibat aktif dalam workshop dan lomba kreasi konten yang bertujuan menumbuhkan minat terhadap industri kreatif.
Puncak kegiatan diawali dengan konferensi pers, penayangan video profil Kampung Sinema, penyerahan Modul Pembelajaran Dasar Konten Digital dan Sinematografi, serta peluncuran website resmi Kampung Sinema sebagai media informasi dan promosi komunitas.
Acara tersebut dihadiri Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Pusat, Nurhidayat, perwakilan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat, serta 30 Finalis Abang None Jakarta Pusat yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan komunitas kreatif berbasis film.
Nurhidayat menegaskan bahwa Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat berkomitmen mendukung tumbuhnya ruang-ruang kreatif yang lahir dari masyarakat.
"Kami berharap Kampung Sinema Kebon Melati semakin berkembang, semakin dikenal, dan terus menghasilkan karya-karya yang membanggakan," katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Program Lensa Sinema Melati, Chrestella, mengatakan program tersebut diharapkan mampu membangkitkan kepercayaan diri generasi muda untuk berkarya di bidang film maupun konten digital.
"Harapan kami, Kampung Sinema semakin dikenal luas dan menjadi ruang kreatif yang menginspirasi generasi muda untuk terus berkolaborasi dan menghasilkan karya berkualitas," ujarnya.
Selain pameran dokumentasi perjalanan program, kegiatan juga diisi dengan sesi bedah film bersama praktisi industri kreatif yang membahas proses kreatif di balik produksi film. Acara ditutup dengan panggung apresiasi dan pemberian penghargaan kepada tiga karya terbaik hasil kompetisi peserta.
Program Lensa Sinema Melati juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena memberikan akses pembelajaran langsung mengenai industri perfilman melalui pelatihan, workshop, dan diskusi bersama para praktisi.
Rangkaian kegiatan akan berlanjut melalui publikasi digital, dokumentasi media sosial, hingga partisipasi dalam Communication Festival (COMMFEST). Melalui inisiatif ini, mahasiswa LSPR berharap Kampung Sinema Kebon Melati semakin dikenal sebagai ruang lahirnya talenta-talenta baru yang mampu memberi warna bagi perkembangan perfilman Indonesia dari akar komunitas.

Komentar