Jejak Berdaya, Inisiatif Mahasiswa LSPR untuk Penguatan Komunitas Kampung Bedeng
ASKARA - Kampung Bedeng, kawasan yang dikenal sebagai sentra produksi sandal hotel di RW VII Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, mendapat suntikan semangat baru lewat program sosial bertajuk Jejak Berdaya. Program ini merupakan inisiatif mahasiswa Kelas PRDC26-2SP dari LSPR Institute of Communication and Business yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat akar rumput.
Program Jejak Berdaya menjadi bagian dari upaya mewujudkan Poin ke-8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu Penciptaan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif. Melalui pelatihan, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan, inisiatif ini diharapkan mampu mendorong warga Kampung Bedeng untuk terus berkembang secara mandiri.
Ketua Pelaksana Jejak Berdaya, Tirta Nata Adi Wijaya, menyampaikan harapannya agar program ini menjadi awal dari perubahan positif, tidak hanya bagi Kampung Bedeng, tetapi juga untuk gerakan pemberdayaan serupa di komunitas lain.
"Saya berharap kehadiran Jejak Berdaya dapat menjadi awal baru, tidak hanya untuk Kampung Bedeng, tetapi juga untuk gerakan berkelanjutan lainnya yang terus memberi dampak nyata," ujarnya, dalam keterangan yang diterima, Senin (30/6).
Dosen pengampu mata kuliah Community Development LSPR, Maylaffayza Wiguna, juga menyatakan kebanggaannya atas program ini. Ia berharap Jejak Berdaya dapat menjadi jejak awal kerja bersama yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kepala Sentra Produksi Kampung Bedeng, Cipto Hadi Parmanto, mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan mahasiswa LSPR, terutama dalam hal pelatihan produksi dan digitalisasi usaha warga.
"Dengan bimbingan dari mahasiswa LSPR, kami mulai bisa melihat masa depan dari usaha kecil kami," ungkapnya.
Sebagai bagian dari kampanye, digelar pula serial film dokumenter berjudul Jejak Cerita dari Gang Sempit yang menceritakan kisah inspiratif warga Kampung Bedeng. Selain itu, masyarakat mendapatkan pelatihan pemasaran digital dan pengembangan produk bersama komunitas Setali Indonesia serta dosen-dosen LSPR.
Puncak acara Jejak Berdaya digelar pada Sabtu (28/6/2025) dengan serangkaian kegiatan, seperti Jelajah Jejak, yaitu fun walk mengenal potensi Kampung Bedeng, dan Jejak Warna, yaitu kegiatan melukis di atas produk lokal Kampung Bedeng. Kegiatan ini turut dihadiri Finalis Mr. & Ms. LSPR 2025, Duta Universitas Tarumanegara 2024, Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ 2024, serta finalis Puteri Indonesia 2024.
Penutupan kampanye diwarnai dengan peluncuran program Bedeng Goes Digital dan Jejak Kotak Berdaya, serta penayangan episode terakhir film dokumenter berjudul Menjalin Harapan, Menjejak Masa Depan. Acara penutupan dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, yang sekaligus mengapresiasi inisiatif ini.
"Kampung Bedeng adalah salah satu contoh bagaimana sektor pendukung pariwisata bisa tumbuh dari akar rumput dengan tetap mempertahankan kearifan lokal yang didukung inovasi dan kolaborasi," ujar Zita.
Kepala Kelurahan Cempaka Putih Timur, Amadeo, turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa LSPR yang dinilainya melengkapi upaya pemerintah dalam memberdayakan masyarakat.
"Kehadiran tim Jejak Berdaya sangat melengkapi inisiatif kami dalam penguatan masyarakat. Ini menjadi contoh ideal kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan mitra swasta," katanya.
Program Jejak Berdaya menjadi bukti bahwa perubahan positif dapat dimulai dari tingkat komunitas, membangun rasa memiliki, dan menguatkan semangat kebersamaan, tidak hanya untuk Kampung Bedeng, tetapi juga sebagai bagian dari wajah Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan.

Komentar