Selasa, 23 Juni 2026 | 13:13
NEWS

Prabowo ke Madura, Resmikan Jalan Nasional dan Tutup Munas Alim Ulama

Prabowo ke Madura, Resmikan Jalan Nasional dan Tutup Munas Alim Ulama
Presiden Prabowo dilepas di Bandara Halim Perdana Kusuma (Dok Seskab)

ASKARA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak menuju Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026) untuk melaksanakan dua agenda strategis nasional yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan penguatan kehidupan keagamaan.

Agenda pertama Presiden adalah meresmikan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025 yang mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di seluruh Indonesia. Peresmian dipusatkan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, sebagai simbol komitmen pemerintah dalam mempercepat konektivitas wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Program Inpres Jalan Daerah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang investasi di berbagai daerah, khususnya wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Setelah agenda peresmian infrastruktur, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri sekaligus menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Kehadiran Presiden dalam forum tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap peran strategis ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam kunjungan kerja ke Madura ini, Presiden didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kunjungan Presiden ke Madura diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan peran tokoh agama dalam mendukung agenda besar menuju Indonesia maju dan sejahtera.

 

 

Komentar