Selasa, 16 Juni 2026 | 15:43
NEWS

Dari Lumpur Bencana, Jalan KKA Rembele-Lhokseumawe Diusulkan Jadi Jalan Nasional

Dari Lumpur Bencana, Jalan KKA Rembele-Lhokseumawe Diusulkan Jadi Jalan Nasional
Fhoto: Zam Zam Mubarak bersama Riswandika Putra Sekda Bener Meriah (Dok Zam)

ASKARA - Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Dataran Tinggi Gayo pada 26 November 2025 masih menyisakan kenangan mendalam bagi masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. Terputusnya akses jalan utama menyebabkan kelangkaan sembako, harga kopi merosot, serta menyulitkan warga memperoleh bahan bakar dan kebutuhan pokok sehari-hari.

Di tengah situasi tersebut, ruas Jalan PT Kertas Kraft Aceh (KKA) yang menghubungkan Rembele–Lhokseumawe menjadi jalur alternatif yang sangat vital. Jalan tersebut bahkan disebut sebagai "legenda perjuangan rakyat Gayo" karena menjadi saksi bagaimana masyarakat bertahan di tengah keterisolasian pascabencana.

Pengalaman itu kini melahirkan gagasan strategis berupa usulan peningkatan status Jalan KKA dari jalan provinsi menjadi jalan nasional. Langkah tersebut menjadi salah satu agenda prioritas dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Aceh.

Usulan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi percepatan rehab rekon antara Tim Satgas Posko Percepatan Rehab Rekon Aceh yang diwakili Zam Zam Mubarak bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra, S.STP., M.A.P., di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Senin (15/6/2026).

“Dari lumpur 26 November 2025, kita belajar bahwa akses adalah denyut nadi kehidupan. Peningkatan status Jalan KKA menjadi jalan nasional bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga jaminan masa depan logistik, ekonomi, dan keselamatan masyarakat Gayo,” ujar Zam Zam Mubarak usai pertemuan.

Menurutnya, perubahan status tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas dan pemeliharaan jalan melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dengan demikian, distribusi logistik menjadi lebih lancar, harga komoditas lebih stabil, serta mobilitas masyarakat tidak lagi terganggu ketika terjadi bencana.

Selain berfungsi sebagai jalur penyelamat saat kondisi darurat, Jalan KKA juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan tengah Aceh. Ruas tersebut merupakan salah satu jalur penghubung menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun yang termasuk dalam Program Strategis Nasional.

Dengan peningkatan status menjadi jalan nasional, ruas Rembele–Lhokseumawe diharapkan memperoleh prioritas pendanaan dan pengembangan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian, perkebunan kopi, serta pengembangan pariwisata Kawasan Strategis Nasional Gayo.

Bagi masyarakat Gayo, jalan bukan sekadar infrastruktur. Dari pengalaman pahit yang ditinggalkan lumpur bencana, akses transportasi telah terbukti menjadi urat nadi kehidupan dan fondasi penting bagi masa depan kawasan pegunungan Aceh tersebut.

 

Komentar