Senin, 08 Juni 2026 | 19:00
COMMUNITY

Tasawuf Bikin Dunia Jadi Kecil: Syekh Fathurahman Ungkap Kunci Tak Tertipu Gemerlap Dunia

Tasawuf Bikin Dunia Jadi Kecil: Syekh Fathurahman Ungkap Kunci Tak Tertipu Gemerlap Dunia
Syekh Fathurahman (sc tiktok @syekhfathurahman)

ASKARA – Di tengah gempuran gaya hidup hedonis dan budaya pamer di media sosial, pesan tasawuf kembali menggema lewat kajian Syekh Fathurahman yang viral di TikTok. Dalam video berdurasi singkat tersebut, ulama kharismatik itu menegaskan satu hal: tasawuf membuat dunia ini kecil.

“Tasawuf itu membuat dunia ini kecil sehingga tidak akan tertipu dengan kesenangan dunia. Itu yang paling nomor satu, bahayanya dunia,” ujar Syekh Fathurahman, dikutip video di Grup WhatsApp Dulur Rokhmin, Senin (8/6).

Menurut beliau, kehidupan dunia sejatinya tidak lebih dari kesenangan yang menipu. Kutipan ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an: “Tiada lain kehidupan dunia ini kecuali kesenangan yang menipu”. Karena itu, orang yang hatinya zuhud berkat ilmu tasawuf tidak akan mudah goyah oleh harta, jabatan, pujian, atau popularitas.

Cukuplah Allah Jadi Sandaran

Syekh Fathurahman menekankan konsep hasbunallah wani’mal wakil sebagai kunci ketenangan batin. “Kalau sudah Allah, cukuplah Allah. Sebaik-baiknya wakil Allah itu,” jelasnya. Kalimat ini bukan sekadar diucapkan, tapi menjadi fondasi mental bagi para penempuh jalan sufi agar tidak menggantungkan harapan pada makhluk.

Lebih jauh, beliau menjelaskan dampak praktis dari bertasawuf. Batin yang sudah terdidik dengan nilai tasawuf akan melahirkan pribadi berintegritas. “Maka akan melahirkan orang-orang yang punya integritas, kejujuran, value, nilai di dalam batinnya,” tegasnya.

Artinya, tasawuf bukan ajaran yang membuat orang lari dari dunia. Justru sebaliknya: orang yang hatinya kecil terhadap dunia akan kuat menghadapi ujian, jujur saat berdagang, amanah saat memimpin, dan tidak korup saat memegang jabatan.

Pesan untuk Generasi Muda

Kajian yang diunggah akun TikTok @syekhfathurahman ini ramai dibagikan karena relevan dengan keresahan anak muda hari ini: FOMO, insecure, dan burnout karena mengejar validasi. Syekh Fathurahman menutup dengan ajakan, “Terus gelorakan.” Sebuah seruan agar semangat memperbaiki batin terus dijaga.

Di era ketika semua orang berlomba terlihat “wah” di luar, tasawuf mengajak kita untuk “kaya” di dalam. Dunia boleh dikejar, tapi jangan sampai menipu. Karena ketika Allah sudah cukup, maka hati jadi lapang, hidup jadi tenang.

Komentar